Kualitas layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tak bisa dianggap enteng. Nah, salah satu kunci utamanya ada pada proses kredensialing. Itulah yang ditegaskan Rizzky Anugerah, Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rabu (1/4/2026).
“Kerja sama dengan fasilitas kesehatan wajib diawali kredensialing,” ujarnya.
Menurut Rizzky, tahap penilaian awal ini penting banget. Tujuannya jelas: memastikan faskes punya kualifikasi yang mumpuni sebelum melayani peserta JKN. Proses ini jadi fondasi untuk layanan yang aman, berkualitas, dan sesuai standar.
Bayangkan saja, saat ini BPJS Kesehatan bermitra dengan puluhan ribu faskes. Ada 23.532 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama puskesmas, klinik, praktik dokter. Lalu, 3.189 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan seperti rumah sakit. Angka yang besar itu bukan asal comot. Semua sudah melalui seleksi ketat dan dinyatakan layak.
Namun begitu, prosesnya nggak cuma berhenti di sana. Ada juga rekredensialing berkala. Ini bentuk pengawasan sekaligus pembinaan, biar kualitas layanan terus naik seiring perkembangan zaman.
“Ini momentum evaluasi bagi faskes untuk berbenah dan beradaptasi. Kami ingin kualitas layanan nggak mandek, tapi terus meningkat,” tambah Rizzky.
Hal menarik, BPJS nggak jalan sendirian dalam menilai. Mereka melibatkan banyak pihak. Dinas kesehatan dan asosiasi faskes ikut memberi penilaian objektif sesuai kompetensinya.
Artikel Terkait
AS Kehilangan 16 Drone MQ-9 Reaper Senilai Ratusan Juta Dolar dalam Operasi Gabungan dengan Israel
Trump Desak Sekutu Buka Kembali Selat Hormuz, Alihkan Beban dari AS
Perbaikan Jalan di Rasuna Said Sebabkan Macet Parah Menuju Mampang Prapatan
Trump Ancam Serang Iran dalam Dua hingga Tiga Pekan ke Depan