Penggunaan produk kecantikan kerap kali meninggalkan konsekuensi yang tidak diinginkan, seperti munculnya bintil atau kemerahan pada kulit yang terkadang disertai rasa sakit dan kekeringan. Kondisi ini, yang lazim disebut sebagai iritasi, menjadi keluhan umum di kalangan konsumen yang tengah mencari solusi perawatan kulit.
Menurut dokter kulit Joshua Zeichner dari Mount Sinai Hospital, New York, faktor genetik memainkan peran penting dalam menentukan kerentanan seseorang terhadap iritasi. Sebagian individu memiliki kecenderungan genetik untuk bereaksi terhadap bahan tertentu, sementara yang lain mampu menoleransinya tanpa masalah berarti.
“Kandungan zat yang lebih tinggi, pemakaian dalam jumlah banyak, serta frekuensi penggunaan yang lebih sering dapat meningkatkan risiko terjadinya reaksi pada kulit,” jelas Zeichner.
Untuk mencegah iritasi, Zeichner merekomendasikan penggunaan pelembap sebagai langkah utama guna menjaga hidrasi kulit. Ia menyarankan untuk memilih produk yang mengandung bahan aktif yang mampu memperbaiki lapisan pelindung kulit, seperti ceramide dan colloidal oatmeal.
Di sisi lain, pemilihan pembersih wajah juga menjadi faktor krusial. Zeichner menekankan pentingnya menggunakan pembersih ringan yang efektif mengangkat kotoran dan minyak tanpa mengganggu keseimbangan alami kulit. “Membersihkan wajah dengan pembersih yang keras berpotensi mengangkat minyak baik kulit dan justru merusak pertahanan kulit, sehingga meningkatkan risiko iritasi,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, konsumen disarankan untuk mencari produk dengan konsentrasi bahan aktif yang lebih rendah, mengurangi jumlah pemakaian, serta mengatur frekuensi penggunaan menjadi dua hari sekali. Pendekatan ini dinilai mampu meminimalkan potensi iritasi tanpa mengorbankan manfaat perawatan kulit yang diinginkan.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia U-20 Gabung Grup H Kualifikasi Piala Asia 2027, Bersaing dengan Australia dan Malaysia
Sopir Taksi Online Rusak Spion Mobil di Tol JORR karena Kesal Tak Diberi Jalan
Empat Fenomena Astronomi Warnai Langit Indonesia Sepanjang Juni 2026, dari Hujan Meteor hingga Strawberry Moon
Separuh Penumpang Whoosh Catat Perjalanan Bandung-Jakarta di Puncak Arus Balik Libur Panjang