Lampedusa memang jadi gerbang utama dan seringkali gerbang terakhir bagi para migran yang mempertaruhkan nyawa menyeberangi Mediterania dari Afrika Utara. Banyak yang tak sampai tujuan.
Merespon tragedi ini, badan pengungsi PBB (UNHCR) menyampaikan dukacita mendalam lewat akun X mereka.
"Kami sangat sedih atas insiden tragis lainnya di Mediterania," tulis mereka.
UNHCR juga menyebut perwakilannya di lapangan tengah memberikan bantuan segera kepada para penyintas.
Angkanya terus bertambah. Catatan Organisasi Internasional untuk Migrasi PBB menyebut, sepanjang tahun ini saja, sudah 624 migran yang tewas atau hilang di Mediterania tengah. Agustus tahun lalu pun tak kalah kelam: 27 orang tewas dalam dua insiden kapal terpisah di perairan yang sama.
Gelombang kedatangan juga tak surut. Data Kementerian Dalam Negeri Italia mencatat 6.117 migran telah mendarat di Italia sejauh 2026 ini.
Di tempat terpisah, hari yang sama juga diwarnai duka. Sebuah perahu karet yang membawa migran Afghanistan tenggelam di Laut Aegea, lepas pantai barat daya Turki. 19 orang, termasuk seorang bayi, dilaporkan tewas setelah kapal mereka dihadang oleh penjaga pantai Turki.
Artikel Terkait
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual di Klungkung
Presiden Prabowo Kembali dengan Komitmen Investasi Rp 575 Triliun dari Jepang dan Korea
Megawati Serahkan 126 Sertifikat HKI untuk Lindungi Karya Seni dan Budaya Bali
Ekonom Sarankan Alihkan Subsidi BBM untuk Percepatan Elektrifikasi Hadapi Risiko Geopolitik