Trump Klaim Perang Iran Segera Berakhir, Buka Opsi Negosiasi

- Rabu, 01 April 2026 | 17:15 WIB
Trump Klaim Perang Iran Segera Berakhir, Buka Opsi Negosiasi

"Nggak bisa dipungkiri, setelah konflik ini, kita harus evaluasi lagi hubungan itu. Nilai NATO buat kita juga harus ditimbang ulang," kata Rubio dalam wawancara dengan Fox News.

Keputusan akhir, menurutnya, tetap di tangan Presiden Trump. Rubio mengaku dulu pendukung kuat NATO waktu masih di Senat, karena aliansi itu memberi AS pangkalan militer strategis di Eropa. Tapi ia memperingatkan, kalau NATO malah menghalangi AS menggunakan pangkalan itu untuk kepentingannya sendiri, ya jadi hubungan yang timpang.

Kritik ini sejalan dengan keluhan Trump selama ini, yang merasa banyak negara Eropa enggan terlibat langsung. Prancis, Jerman, dan Inggris misalnya, lebih memilih mendorong jalan diplomatik.

Seruan Sang Paus

Di tengah situasi yang memanas, seruan perdamaian datang dari Vatikan. Paus Leo XIV secara langsung meminta Presiden Trump mencari jalan keluar dari perang ini.

"Saya dengar Presiden Trump bilang ingin mengakhiri perang," kata Paus kepada awak media di Castel Gandolfo, dekat Roma. "Semoga ia benar-benar mencari jalan untuk berhenti."

Paus berharap ada upaya untuk mengurangi kekerasan dan pemboman. Beberapa pekan terakhir, ia memang makin vokal mengkritik perang. Pernah ia bilang, Tuhan menolak doa dari mereka yang memulai perang dan punya "tangan berlumuran darah."

"Sudah terlalu banyak korban, termasuk anak-anak tak bersalah," ujarnya dengan nada prihatin. Ia berharap kekerasan bisa berhenti sebelum Paskah tanggal 5 April. "Terlalu banyak pihak yang justru mendorong konflik," tambahnya.

Nada tulisannya jelas: semua pihak sepertinya sedang mencari celah, antara terus bertempur atau duduk berunding. Waktunya tinggal hitungan minggu, menurut Trump. Tapi apakah jalan damainya semudah yang dibayangkan? Itu pertanyaan lain.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar