Seiring waktu, perayaan ini berkembang dengan ragam bentuknya yang unik di berbagai tempat. Di Skotlandia misalnya, April Mop punya karakter yang khas dan justru berlangsung selama dua hari.
Hari pertama mereka sebut "Hunting the Gowk". Gowk artinya burung cuckoo, tapi jadi istilah untuk menyebut orang yang mudah ditipu. Pada hari ini, orang akan dikirim untuk melakukan tugas-tugas palsu yang tak ada ujungnya.
Keesokan harinya, giliran "Tailie Day" atau hari ekor. Fokus leluconnya berpindah ke bagian belakang tubuh. Orang iseng akan menjepitkan ekor palsu atau menempelkan kertas bertuliskan "tendang saya" di bokong orang lain tanpa sepengetahuan mereka. Lucu? Mungkin. Memalukan? Pasti.
Lelucon April Mop juga merambah ke dunia media. Ambil contoh kasus tahun 1985. Saat itu, majalah Sports Illustrated memuat artikel karangan George Plimpton tentang seorang pelempar baseball jenius bernama Sidd Finch.
Disebutkan, pemula ini bisa melempar bola dengan kecepatan fantastis, lebih dari 168 mil per jam! Banyak pembaca yang terkecoh dan percaya, padahal itu semua fiksi belaka.
Tipuan tingkat tinggi lainnya terjadi pada 1992. Stasiun radio National Public Radio (NPR) pernah menayangkan segmen yang menggemparkan.
Pendengar mendengar suara mantan Presiden Richard Nixon yang menyatakan akan mencalonkan diri lagi.
Suasana langsung heboh. Tapi ternyata, itu bukan Nixon asli, melainkan suara seorang aktor. NPR 'hanya' sedang membuat lelucon April Mop yang berhasil membuat seluruh negeri terperangah.
Artikel Terkait
Justin Hubner Siap Nikahi Tunangan di Bali Usai Cetak Gol Perdana
KPK Dukung WFH Jumat untuk ASN, Tapi Masih Kaji Teknis Pelaksanaannya
Potongan Tubuh Karyawan Ayam Goreng Ditemukan Terpisah di Bogor
AS Klaim Garis Akhir Konflik dengan Iran Sudah Terlihat