Kinerja Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 masih menyisakan catatan. John Herdman, sang pelatih, jelas punya pekerjaan rumah yang menumpuk. Salah satu yang paling mencolok? Masalah pemanfaatan bola mati.
Lihat saja laga melawan Bulgaria. Kekalahan 0-1 itu datang lewat penalti, tapi sebenarnya ada persoalan lain yang mengganggu. Sepanjang pertandingan, serangan dari tendangan bebas atau sudut nyaris tak punya gigi. Eksekusi yang dilakukan Kevin Diks dan Nathan Tjoe-A-On terasa datar. Bola-bola yang mereka layangkan seringkali jatuh di area yang salah, atau mudah ditangkap kiper. Padahal, ini peluang emas.
Yang agak disayangkan, sebenarnya skuad Garuda punya modal bagus di sektor ini. Beberapa pemain berpostur jangkung dan andal dalam duel udara siap menunggu umpan silang. Tapi tanpa umpan yang akurat, keunggulan itu jadi percuma.
Lalu, di mana Thom Haye?
Pemain yang biasa disebut 'Sang Profesor' itu dikenal sebagai spesialis bola mati. Sayangnya, dia tak bisa turun dalam turnamen ini karena sedang menjalani sanksi larangan bermain, bersama Shayne Pattynama. Absennya Haye terasa sekali. Tanpa sentuhannya, eksekusi bola diam jadi kehilangan kualitas dan kreativitas.
Jadi, meski ada progres di beberapa lini, soal set piece ini tampaknya perlu perhatian khusus dari Herdman. Kedepan, harus ada solusi. Entah dengan menemukan eksekutor baru yang konsisten, atau merancang pola latihan yang lebih tajam. Kalau tidak, potensi gol dari situasi mati bisa terus terbuang percuma.
Artikel Terkait
KPK Dalami Dugaan Bupati Pekalongan Nonaktif Manfaatkan Pekerja Outsourcing untuk Mobilisasi Politik Pilkada 2024
Bank Sumut Jadi Sponsor Utama Piala AFF U19 2026, Erick Thohir Apresiasi Dukungan Pembinaan Sepak Bola Muda
Waisak Bersejarah: Perayaan Pertama Kali Digelar di Bundaran HI, Jakarta
Anak Aniaya Ayah Pakai Parang gegara Uang Judi Online Ditolak, Polisi Ringkus Pelaku saat Tertidur