Hari ini, IHSG benar-benar menutup perdagangan dengan catatan yang menggembirakan. Tren positif berhasil dipertahankan hingga bel tanda tutup berbunyi, Rabu (1/4) sore. Euforia yang melanda pasar regional sepertinya turut menyemangati Bursa Efek Indonesia.
Indeks Harga Saham Gabungan melonjak cukup tajam, naik 136,22 poin atau sekitar 1,91%. Posisi penutupannya berada di level 7.184,438. Tak mau ketinggalan, indeks LQ45 juga ikut menghijau dengan kenaikan 1,51% ke angka 726,788.
Kalau dilihat dari aktivitasnya, pasar terbilang cukup ramai. Total nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp16,15 triliun. Volume perdagangannya sendiri menyentuh angka 30,91 miliar lembar saham, dengan frekuensi transaksi yang terjadi sebanyak 2 juta kali lebih.
Yang Naik Terbesar
Beberapa saham tampil luar biasa dan jadi andalan hari ini. CHEM atau Chemstar Indonesia memimpin dengan kenaikan fantastis 31 poin (27,93%) ke harga 142.
Di belakangnya, ada ALKA yang naik 145 poin (25%) ke 725, disusul YPAS yang meroket 230 poin (24,86%) ke 1.155.
KOCI dan BULL juga tak kalah perkasa, masing-masing menguat 24,76% dan 24,70%.
Yang Turun Paling Dalam
Namun begitu, tidak semua saham beruntung. Ada juga yang terpuruk dan masuk daftar top losers. DATA atau Remala Abadi jadi yang terlemah, anjlok 450 poin (14,95%) ke level 2.560.
NZIA menyusul dengan penurunan 14,86%, lalu WEHA yang turun 14,84%. TALF dan ATAP juga ikut terkoreksi cukup dalam di atas 14%.
Paling Banyak Diperdagangkan (Nilai)
Dari sisi nilai transaksi, saham-saham bank dan sumber daya alam masih mendominasi. BBRI memimpin dengan transaksi senilai Rp941,89 miliar.
BUMI ada di posisi kedua dengan Rp920,75 miliar, diikuti oleh BBCA dan BMRI. Yang menarik, DEWA juga masuk dalam lima besar dengan nilai transaksi Rp616,45 miliar.
Paling Banyak Diperdagangkan (Volume)
Sementara kalau dilihat dari volume perdagangan atau jumlah lembar saham yang berpindah tangan, BUMI lagi-lagi unggul dengan 40,15 juta lembar.
GOTO menyusul dengan 35,75 juta lembar, lalu ada BIPI, DEWA, dan CHEM yang juga volume perdagangannya sangat tinggi.
Bagaimana dengan Rupiah?
Sayangnya, sentimen positif di pasar saham tidak sepenuhnya menyelamatkan rupiah. Mata uang kita ditutup melemah di posisi Rp 17.015 per dolar AS pada perdagangan sore.
Posisi ini lebih lemah dibanding pembukaan pagi tadi di level Rp 16.994. Artinya, rupiah terdepresiasi sekitar 21 poin atau 0,124%.
Kondisi Bursa Asia
Di sisi lain, pasar regional tampaknya sedang dalam mood yang sangat baik. Hampir semua bursa utama di Asia ditutup menguat dengan kenaikan yang cukup signifikan.
Jepang, misalnya. Indeks Nikkei 225-nya benar-benar melesat 5,15% ke level 53.739,68. Hong Kong juga solid dengan Hang Seng yang naik 2%.
China dan Singapura tak ketinggalan. Indeks SSE Composite menguat 1,44%, sementara Straits Times di Singapura naik 1,84%. Benar-benar hari yang hijau untuk kawasan Asia.
Artikel Terkait
Wakil Ketua Komisi XIII DPR: Bantuan Hewan Kurban Presiden Pakai APBN Sudah Lazim Sejak Era Sebelumnya
Polisi Temukan Indikasi Intimidasi Korban dalam Kasus Dugaan Pencabulan Pimpinan Ponpes di Pekalongan
Pria 23 Tahun di Medan Ditangkap Usai Sayat dan Tusuk Pekerja yang Sedang Menjemur Ikan
Agung Laksono Restui La Ode Safiul Akbar Maju Calon Ketum Kosgoro 1957, Target Dongkrak Suara Golkar di Pemilu 2029