Di sisi lain, ada kejanggalan yang mencolok sejak awal. Kasus ini menyangkut anggaran di 20 desa, tapi anehnya, tak satu pun kepala desa yang notabene pemegang anggaran ikut ditetapkan sebagai tersangka. Hanya Amsal, sang kreator videonya, yang berurusan dengan hukum.
Usai sidang, dengan suara terbata-bata penuh emosi, Amsal berbagi rasa leganya. Dia sangat merindukan keluarga, terutama masakan rumah dari istrinya, Lovia Sianipar, yang tak pernah lelah membela suaminya.
“Ini bukan hanya kemenangan saya,” ujarnya. “Ini kemenangan bagi seluruh pelaku ekonomi kreatif di Indonesia agar tidak takut berkarya. Terima kasih kepada Majelis Hakim yang telah melihat fakta secara adil.”
Kini, perjalanan panjang itu berakhir. Amsal bisa pulang ke Kabupaten Karo, berkumpul lagi dengan istri dan keluarganya. Dia juga bisa kembali memegang kamera, melanjutkan profesinya dengan kebebasan yang baru saja direbutnya kembali di ruang pengadilan.
Sebuah akhir yang membahagiakan, setidaknya untuk hari ini.
Artikel Terkait
Daya Beli Masyarakat Terjaga, Penjualan Mobil Melonjak 22% Menjelang Lebaran
Serangan Rudal Iran Lukai 14 Warga dan Rusakkan Wilayah Tengah Israel
Prabowo Kagumi Profesionalisme Prajurit Korsel dalam Kunjungan Perdana
Longsor Tutup Rel, KA Ciremai Terhenti di Bandung Barat