"Kami juga akan mengundang perwakilan pengemudi ojek online untuk duduk bersama, mendengar langsung keluhan mereka, dan mencari jalan keluar terbaik," kata Dandi.
Persoalan di Unpad ini sebenarnya cuma satu bagian dari puzzle yang lebih besar. Di sisi lain, upaya rekayasa lalu lintas di kawasan Jatinangor oleh Dinas Perhubungan juga ikut mempengaruhi kondisi. Penutupan putaran di Pangdam lama, misalnya, sempat bikin para ojol mengeluh.
Alasan Dishub cukup kuat. Titik itu disebut-sebut sering jadi lokasi pelanggaran, dengan banyak pengendara memotong arus yang berisiko tinggi kecelakaan. Tapi setelah dilihat dampaknya di lapangan, akses di lokasi tersebut akhirnya dibuka kembali untuk sementara. Evaluasi bersama dengan pihak-pihak terkait akan segera dilakukan.
Kembali ke kasus Unpad, harapannya jelas. Dalam lima hari masa evaluasi itu, diharapkan lahir sebuah kebijakan yang tetap menjamin keamanan kampus, tapi juga bisa mengakomodir mobilitas ribuan pengemudi ojol yang setiap hari hilir-mudik melayani warga kampus. Semoga saja ada titik temu yang adil untuk semua.
Artikel Terkait
945 Calon Haji Batang Jalani Uji Ketahanan Fisik Jelang Keberangkatan
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Bahas Situasi Timur Tengah dan Kenang Pertemuan dengan Khamenei
Jasad Karyawan Ditemukan Membeku di Freezer Kios Ayam Geprek Bekasi
Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon Akan Dimakamkan di Kulonprogo