Cuaca di Tanah Suci bisa sangat ekstrem. Itulah mengapa, baru-baru ini, sebanyak 945 calon jemaah haji asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menjalani serangkaian uji ketahanan fisik. Tes yang berlangsung selama dua hari ini digelar untuk memastikan mereka benar-benar siap, baik secara spiritual maupun jasmani.
Kepala Dinas Kesehatan setempat, Ida Susilaksmi, menekankan bahwa keselamatan jemaah adalah hal yang paling utama. "Oleh karena itu, tes kebugaran ini krusial untuk mengukur kemampuan kardiovaskular jemaah," katanya, seperti dilaporkan Antara pada Rabu, 1 April 2026.
Menurut Ida, ibadah haji bukan cuma soal doa dan kekhusyukan. Ritual ini juga ibarat sebuah maraton fisik yang menguras tenaga. Kondisi tubuh harus benar-benar prima.
"Oleh karena itu, calon haji perlu dilakukan uji kebugaran untuk mengukur napas, menakar kekuatan, serta menguji otot kaki mereka," ujarnya lagi.
Prosesnya sendiri cukup detail. Didampingi oleh Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan, Adib Rachmawan, Ida menjelaskan bahwa semua calon haji pertama-tama menjalani pengukuran dasar. Tinggi dan berat badan diperiksa untuk menghitung indeks massa tubuh, lalu tekanan darah dan denyut nadi mereka dicek dengan teliti oleh tim medis.
Pemeriksaan awal ini rupanya sangat menentukan. "Dari hasil pemeriksaan dokter, calon haji akan ditentukan apakah layak mengikuti tes lari atau cukup dengan jalan kaki. Hal ini penting untuk menghindari risiko kesehatan yang tidak diinginkan," jelas Ida.
Nah, bagi mereka yang fisiknya dianggap kuat, tantangannya adalah lari sejauh 1,6 kilometer. Namun begitu, aturannya berbeda untuk jemaah yang lebih berumur.
Untuk calon haji lanjut usia di atas 60 tahun atau yang punya riwayat penyakit tertentu, panitia punya metode lebih ringan. Mereka cukup diminta berjalan kaki selama enam menit saja. Tujuannya tetap sama: memastikan setiap jemaah mampu menjalani rangkaian ibadah dengan baik dan selamat.
Artikel Terkait
TNI AL Temukan Kandungan Logam Tanah Jarang dan Unsur Radioaktif di 25 Kontainer Ilegal Batam
Pria Tenggelam Saat Cuci Usus Sapi Kurban di Anak Sungai Musi Palembang
Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Tutup Lebih Awal saat Waisak, Pengunjung Hanya Boleh hingga Pelataran
BSN Salurkan 245 Hewan Kurban ke Masyarakat di Seluruh Indonesia