Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Bahas Situasi Timur Tengah dan Kenang Pertemuan dengan Khamenei

- Rabu, 01 April 2026 | 14:40 WIB
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Bahas Situasi Timur Tengah dan Kenang Pertemuan dengan Khamenei

Kediaman Joko Widodo di Sumber, Solo, tiba-tiba ramai oleh kunjungan seorang diplomat penting. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyempatkan diri bertemu dengan presiden ketujuh RI itu. Pertemuan berlangsung sekitar satu jam, dan di sana, Boroujerdi tak hanya membicarakan urusan sekarang, tapi juga mengenang sebuah momen penting di masa lalu.

Ya, momen pertemuan antara Jokowi dan mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Rupanya, kenangan itu masih sangat melekat.

"Beliau pada tahun-tahun sebelumnya berkunjung ke Iran dan dalam kesempatan tersebut beliau bertemu dengan Ayatollah Seyyed Ali Khamenei," ujar Boroujerdi.

Ia lalu menyambung, menyebut kunjungan balasan mendiang Presiden Ebrahim Raisi ke Indonesia pada 2023 sebagai tonggak lain. Hubungan kedua negara, dalam pandangannya, memang sudah terbangun kuat.

"Beliau adalah tokoh yang selalu memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia dan terus mendorong kepentingan bersama dengan negara-negara sahabat," tambahnya tentang Jokowi.

Namun begitu, percakapan mereka tentu tak melulu tentang nostalgia. Situasi terkini di Timur Tengah, pasca serangan yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, menjadi pokok pembicaraan yang serius. Boroujerdi secara khusus menyampaikan laporan kondisi terakhir negaranya kepada Jokowi.

"Dalam kesempatan ini juga saya menyampaikan laporan berkaitan dengan kondisi terakhir ketika negara kami diserang oleh Zionis Israel dan Amerika Serikat," bebernya.

Menurut sang Duta Besar, Jokowi merespons dengan memberikan dukungan dan solidaritas untuk bangsa Iran yang sedang menghadapi situasi sulit. Di sisi lain, Boroujerdi juga menyampaikan hal yang tak kalah mengharukan dari sudut pandang Indonesia.

Ia menyatakan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon. Serangan Israel itu, katanya, merenggut nyawa putra-putra terbaik.

"Beberapa di antara yang lain menjadi cedera atas serangan Zionis," ungkapnya dengan nada prihatin.

Pertemuan di Solo itu pun berakhir. Singkat memang, tetapi sarat dengan muatan politik, kenangan, dan tentu saja, duka untuk korban yang berjatuhan di medan konflik jauh di sana.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar