Kolaborasi Swasta-Pemerintah Turunkan Angka Stunting di Maluku Utara

- Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB
Kolaborasi Swasta-Pemerintah Turunkan Angka Stunting di Maluku Utara

ungkapnya.

Tak cuma pendampingan, pembangunan infrastruktur juga dilakukan. Sebuah gedung Puskesmas Pembantu (PUSTU) akhirnya berdiri di atas lahan hibah warga. Tempat itu kini jadi pusat gravitasi penanganan stunting di desa tersebut. Kolaborasi dengan TNI AD, BKKBN, dan dinas kesehatan setempat juga menghasilkan identifikasi sumber air dan pembangunan sumur bersih untuk warga.

Programnya sendiri cukup komprehensif. Mulai dari bagi-bagi makanan tambahan berbahan lokal, susu untuk ibu hamil, pemantauan berkala status gizi anak, sampai vaksinasi dasar untuk bayi dan lansia. Semua dirancang untuk memutus mata rantai stunting dari hulu ke hilir.

Hasil yang Menggembirakan

Upaya terpadu itu pelan-pelan menunjukkan hasil. Sejak dijalankan, program telah mendampingi 354 anak secara intensif dan menyalurkan ratusan paket makanan tambahan. Yang menggembirakan, pada akhir 2025 lalu, 21 dari 25 anak di Desa Soligi tercatat sudah bebas dari stunting. Sebuah lompatan yang signifikan.

"Harapan kami, tahun depan bisa benar-benar nol, dan anak-anak Soligi tumbuh lebih sehat,"

ucap Marni, penuh harap.

Secara makro, tren positif juga terlihat. Prevalensi stunting di Maluku Utara turun dari 31,4% di 2018 menjadi 23,2% di 2024. Atas kerja keras ini, program Soligi Zero Stunting bahkan menyabet penghargaan Subroto 2025 dari Kementerian ESDM untuk kategori program pemberdayaan masyarakat terinovatif di bidang kesehatan.

Supriyanto Suwarno, Vice President OHS & Management System Harita Nickel, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan garis finis.

"Penghargaan ini bukan akhir dari perjalanan kami, melainkan motivasi untuk memperluas kolaborasi dan memastikan setiap intervensi memberikan manfaat jangka panjang, khususnya bagi masyarakat di lingkar wilayah operasional Harita Nickel di Pulau Obi,"

pungkasnya. Perjalanan masih panjang, tapi langkah awal yang solid ini setidaknya memberi secercah optimisme.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar