Program ini dirancang selama enam bulan. Peserta akan didampingi mentor dan mencatat aktivitas harian mereka sebagai bahan evaluasi perkembangan kompetensi.
Yassierli juga menegaskan satu hal penting. Tujuan utama magang ini bukan untuk menjamin peserta langsung diangkat jadi karyawan tetap. Fokusnya lebih pada penyiapan mereka agar lebih siap dan tangguh saat bersaing di pasar kerja.
Meski begitu, dalam prakteknya, sering juga terjadi hal lain. Banyak perusahaan yang akhirnya memutuskan merekrut mantan peserta magang setelah melihat langsung kemampuan dan kontribusi mereka selama setengah tahun itu.
Menurut Menaker, ini adalah dampak positif yang menyenangkan, meski memang bukan target utamanya.
Jadi, selain menyiapkan tenaga kerja, program ini rupanya juga membuka jalan yang lebih mulus bagi para fresh graduate untuk benar-benar mendapatkan pekerjaan. Sebuah nilai tambah yang tentu disambut baik.
Artikel Terkait
Wamenhub Apresiasi Polri, Kecepatan Arus Mudik-Lebaran 2026 Capai 81 km/jam
Menteri Ketenagakerjaan Anjurkan WFH Satu Hari Seminggu, Sektor Vital Dikecualikan
Komisi III DPR Pertimbangkan Bentuk Pansus untuk Kasus Penyiraiman Andrie Yunus
AS Pertimbangkan Ulang Komitmen ke NATO Usai Perang Iran, Kata Menlu Rubio