“Ini kenaikan tertinggi dalam lima tahun terakhir,” kata Ipuk dengan nada bangga.
“Realisasi Tahun 2025 juga telah melebihi target, dengan capaian sebesar 115,31 persen.”
Sektor pariwisata tak kalah ramai. Wisatawan nusantara yang datang bertambah dari 3,28 juta menjadi 3,50 juta orang. Sementara wisatawan mancanegara juga naik signifikan, dari 122,90 ribu ke 166,99 ribu orang. Tren positif ini jelas angin segar bagi pelaku usaha lokal.
Tak cuma angka-angka makro, Banyuwangi juga mengoleksi sederet penghargaan nasional sepanjang tahun lalu. Mereka dinobatkan sebagai Kabupaten Berkinerja Tinggi dalam penilaian LPPD 2024. Lalu, ada predikat Kabupaten Terinovatif se-Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri lewat Innovative Government Award (IGA) 2025.
Pemerintahannya juga makin digital. Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) mereka mencapai 4,87, sebuah skor yang menempatkan Banyuwangi di posisi teratas se-Indonesia untuk transformasi digital pemerintahan.
Namun begitu, Ipuk menegaskan bahwa semua capaian ini bukanlah hasil kerja pemerintah daerah sendirian.
“Semua ini merupakan hasil kinerja dan sinergi Pemerintah Daerah beserta DPRD,” pungkasnya.
“Serta seluruh jajaran Forpimda, instansi vertikal, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan semua elemen masyarakat Banyuwangi.”
Artikel Terkait
Wamenhub Apresiasi Polri, Kecepatan Arus Mudik-Lebaran 2026 Capai 81 km/jam
Menteri Ketenagakerjaan Anjurkan WFH Satu Hari Seminggu, Sektor Vital Dikecualikan
Komisi III DPR Pertimbangkan Bentuk Pansus untuk Kasus Penyiraiman Andrie Yunus
AS Pertimbangkan Ulang Komitmen ke NATO Usai Perang Iran, Kata Menlu Rubio