Iran Tegaskan Kendali Penuh di Selat Hormuz, Siap Hadapi Eskalasi AS

- Rabu, 28 Januari 2026 | 23:55 WIB
Iran Tegaskan Kendali Penuh di Selat Hormuz, Siap Hadapi Eskalasi AS

Di tengah ancaman serangan dari Amerika Serikat, Iran dengan tegas menyatakan punya kendali penuh atas Selat Hormuz. Wilayah darat, udara, hingga perairan di bawahnya, semuanya diklaim berada dalam genggaman mereka. Meski begitu, Teheran mengaku tak ingin berperang. Hanya saja, mereka siap jika situasi memaksanya.

Pernyataan keras ini datang dari komandan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mohammad Akbarzadeh. Menurut laporan kantor berita Fars yang dikutip Anadolu Agency, Rabu (28/1/2026), Akbarzadeh bersikukuh dengan posisi negaranya.

"Iran tidak mencari perang, tetapi sepenuhnya siap. Jika perang pecah, tidak akan ada mundur, bahkan satu milimeter pun, dan Iran akan terus melangkah maju,"

Begitu kata komandan itu. Ia menggambarkan sistem pengawasan di selat strategis itu sudah jauh berubah. Tak lagi konvensional, melainkan sepenuhnya berbasis sistem cerdas yang memungkinkan pemantauan terus-menerus terhadap setiap gerak-gerik di permukaan, laut, maupun di kedalaman.

Di sisi lain, Akbarzadeh juga menegaskan bahwa Iran punya hak penuh menentukan kapal mana yang boleh lewat. Namun begitu, ia berusaha meredam kekhawatiran global. "Iran tidak ingin ekonomi dunia menderita," ujarnya. Peringatannya jelas: AS dan sekutunya tak akan dibiarkan mengambil untung dari perang yang mereka mulai sendiri.

Ada ancaman lain yang dilontarkan. Jika wilayah negara tetangga digunakan untuk menyerang Iran, maka tempat itu akan dianggap sebagai wilayah musuh. Pesan itu, klaimnya, sudah disampaikan ke pihak-pihak terkait di kawasan.

Dan rupanya, Iran masih menyimpan kartu as. Komandan IRGC itu menyebut ada kemampuan tambahan yang bakal diungkap nanti, "pada waktu yang tepat".

Pentingnya Selat Hormuz memang tak main-main. Jalur sempit penghubung Teluk Persia dan Teluk Oman ini adalah urat nadi perdagangan energi global. Sekitar sepertiga minyak mentah yang diangkut via laut melintas di sini, memenuhi hampir seperlima konsumsi minyak dunia.

Bayangkan, setiap hari sekitar 20 juta barel minyak dan produk turunannya mengalir lewat selat ini. Tujuannya kebanyakan ke pasar Asia, dengan China sebagai tujuan utama. Ekspor minyak Iran ke China juga lewat sini.

Fakta lain yang bikin tegang: 85% ekspor minyak Irak tergantung pada selat ini. Arab Saudi menyumbang 35% dari total minyak yang melintas, disusul Uni Emirat Arab (20%) dan Irak sendiri (27%). Belum lagi sekitar 20% perdagangan gas alam cair dunia juga melewati koridor yang sama.

Ketegangan dengan Washington memang makin memanas belakangan ini, dipicu aksi protes dalam negeri Iran. Pemerintah AS sendiri menyebut semua opsi, termasuk militer, masih terbuka. Sementara dari Teheran, jawabannya selalu sama: setiap serangan akan dibalas dengan respons yang cepat dan menyeluruh. Situasinya seperti bara dalam sekam, menunggu percikan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler