Di sisi lain, situasi tampaknya tak sesederhana itu. Militer Kuwait mengaku pada hari Selasa bahwa pertahanan udaranya sempat menanggapi "serangan rudal dan drone musuh". Pernyataan ini mereka unggah di platform media sosial X, menambah gambaran tentang ketegangan di kawasan itu.
Kapal yang diserang diidentifikasi sebagai Al Salmi. Ini adalah kapal tanker minyak mentah raksasa berbendera Kuwait, dengan panjang mencapai 332 meter. Saat diserang, kapal ini sedang bermuatan penuh.
Badan intelijen maritim Vanguard melaporkan lokasi kejadian sekitar 31 mil laut di barat laut Dubai. Kapal itu "terkena proyektil yang tidak dikenal," tulis mereka. Sementara itu, data dari pelacak kapal MarineTraffic menunjukkan Al Salmi sedang dalam pelayaran menuju Qingdao, Tiongkok.
Muatan yang dibawanya? Sekitar dua juta barel minyak mentah. Nilainya tentu sangat besar, dan insiden ini pasti akan menimbulkan gelombang kecemasan di pasar energi global.
Artikel Terkait
Anak Diduga Stres Aniaya Ibu Kandung Hingga Tewas di Banyuwangi
Presiden Iran Siap Hentikan Perang dengan Syarat Jaminan Tak Ada Agresi Lagi
Pemkot Salatiga Galakkan Jumat Bebas Kendaraan untuk Hemat Energi
Tim Hukum Klaim Identifikasi 16 Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus