Dari Teheran, kabar terbaru datang dari komandan Pasukan Quds Iran, Brigadir Jenderal Esmail Qa’ani. Dalam sebuah pesan resmi yang dirilis Senin lalu, dia menyoroti peran kunci Yaman. Menurutnya, aksi strategis yang dilakukan di sana telah memberi napas baru dan memperkuat Front Perlawanan Islam di kawasan Asia Barat.
Qa’ani punya contoh nyata. Dia menegaskan, kekuatan pencegah dari para pejuang Yaman itulah yang akhirnya memaksa kapal induk Amerika Serikat, USS Gerald Ford, untuk mundur. Kapal perang raksasa itu sebelumnya terpantau berputar-putar di perairan antara Yanbu dan Jeddah. Namun, ia tak lama bertahan. Keputusan untuk kembali pun diambil.
“Rahasia dari pengembaraan dan berbaliknya kapal induk Gerald Ford harus dicari di pegunungan yang menjulang tinggi dan tanah Yaman yang diberkati,”
ujar Jenderal Qa’ani, seperti dikutip dari Press TV, Selasa (31/3/2026).
Artikel Terkait
BRIN Klaim Teknologi Olah Sampah Siap Diterapkan dari Desa hingga Kota
Pemerintah Wajibkan ASN WFH Tiap Jumat dan Batasi Kendaraan Dinas 50 Persen
WFH Setiap Jumat Berlaku untuk ASN, Kecuali Sektor Krusial
Aturan Kewarganegaraan Tunggal Ancam Masa Depan Pemain Naturalisasi di Liga Belanda