Dari Teheran, kabar terbaru datang dari komandan Pasukan Quds Iran, Brigadir Jenderal Esmail Qa’ani. Dalam sebuah pesan resmi yang dirilis Senin lalu, dia menyoroti peran kunci Yaman. Menurutnya, aksi strategis yang dilakukan di sana telah memberi napas baru dan memperkuat Front Perlawanan Islam di kawasan Asia Barat.
Qa’ani punya contoh nyata. Dia menegaskan, kekuatan pencegah dari para pejuang Yaman itulah yang akhirnya memaksa kapal induk Amerika Serikat, USS Gerald Ford, untuk mundur. Kapal perang raksasa itu sebelumnya terpantau berputar-putar di perairan antara Yanbu dan Jeddah. Namun, ia tak lama bertahan. Keputusan untuk kembali pun diambil.
“Rahasia dari pengembaraan dan berbaliknya kapal induk Gerald Ford harus dicari di pegunungan yang menjulang tinggi dan tanah Yaman yang diberkati,”
ujar Jenderal Qa’ani, seperti dikutip dari Press TV, Selasa (31/3/2026).
Di sisi lain, pihak Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tak segan memberi apresiasi tinggi. Kepemimpinan dan para pejuang Yaman dipuji karena visi strategis mereka melawan musuh-musuh dunia Islam. Kehadiran Yaman dalam membela warga Gaza, misalnya, dianggap bukti pemahaman mendalam mereka terhadap gejolak yang terjadi di kawasan.
Dukungan penuh seperti ini, bagi Iran, bisa menjadi awal yang baik. Awal bagi pembebasan total Yaman dari segala bentuk pengepungan pihak asing. Qa’ani juga menegaskan kembali posisi negaranya. Iran, katanya, akan tetap teguh berdiri bersama semua front perlawanan.
Komitmen itu dijalankan sebagai sebuah tugas ilahi. Tujuannya jelas: mendukung para pejuang demi mengusir bayang-bayang perang dari seluruh wilayah. Dan kemitraan antara Iran dan Yaman ini diklaim terus memberi pengaruh. Keseimbangan kekuatan berubah, setidaknya untuk melawan agresi AS dan Zionis.
(Keysa Qanita)
Artikel Terkait
Kapal Tanker Minyak Jepang Pertama Berhasil Lintasi Selat Hormuz Sejak Konflik Iran, Bawa Dua Juta Barel Minyak
Hari Arafah 1447 H: MUI Imbau Umat Perbanyak Zikir, Doa, dan Puasa Sunah Raih Ampunan
Kejagung Periksa Mantan Komisioner Ombudsman Yeka Hendra Fatika sebagai Saksi Obstruction of Justice Kasus Korupsi CPO
Bobby Nasution Pastikan Listrik Sumut Pulih 100 Persen, Soroti Dampak Blackout ke Peternakan dan Perikanan