Operasi Ketupat Musi 2026 memang sudah berakhir. Tapi, bagi Polda Sumatera Selatan, tugas menjaga keamanan tak boleh kendur. Mereka kini menggencarkan lagi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Tujuannya jelas: mempertahankan stabilitas dan ketertiban di seluruh wilayah Sumsel pasca keriuhan arus mudik dan balik Lebaran.
Menurut sejumlah pihak di Polda, situasi pasca liburan panjang justru perlu diwaspadai. Aktivitas masyarakat yang kembali padat berpotensi memunculkan gangguan-gangguan keamanan. Nah, melalui KRYD ini, upaya yang dijalankan lebih bersifat pencegahan.
Patroli digelar lebih masif, bukan cuma di jalanan utama. Kawasan permukiman, pusat keramaian, sampai lokasi wisata juga mendapat perhatian serius. Mereka juga menyasar isu klasik yang sering muncul: balap liar, aksi preman, dan peredaran narkoba.
Kapolda Sumsel, Irjen Sandi Nugroho, lewat Kabid Humas Kombes Nandang Mu'min Wijaya, menekankan bahwa kesiapan personel adalah kunci.
“Fokus kami tetap pada pemeliharaan keamanan setelah Lebaran. Personel akan terus hadir dengan pendekatan humanis, tapi tegas. Intinya, memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik buat masyarakat,” jelas Sandi, seperti disampaikan Nandang pada Selasa (31/3/2026).
Dia juga menyelipkan imbauan khusus, terutama untuk para sopir angkutan barang. Patuhi aturan operasional kendaraan, bukan cuma demi menghindari tilang, tapi lebih untuk keselamatan bersama di jalan raya.
Di sisi lain, dari ruangan Dirlantas, Kombes Maesa Soegriwo memaparkan strategi teknisnya. Pengamanan dipusatkan di jalur-jalur utama, terutama lintas timur dan tengah Sumsel yang jadi urat nadi lalu lintas. “Patroli malam juga kami tingkatkan, salah satunya untuk meminimalisir kemacetan,” ujarnya.
Jangkauan pengawasan pun diperlebar. Titik-titik vital seperti pelabuhan, bandara, dan stasiun kereta api tak luput dari pantauan. Kerja sama antar satuan dari Lantas, Samapta, sampai Reskrim diperkuat untuk menciptakan sinergi.
Soal penindakan, Polda Sumsel tampaknya tak main-main. Mereka merilis data tegas terhadap kendaraan angkutan barang sumbu tiga yang melanggar aturan SKB. Angkanya mencapai 772 kendaraan yang ditertibkan. Rinciannya, 559 kendaraan terjaring saat arus mudik, dan 213 lagi pada masa arus balik.
Langkah pengandangan kendaraan sengaja dipilih. Selain mencegah kemacetan yang lebih parah, cara ini diharapkan bisa meningkatkan keselamatan semua pengguna jalan. Intinya, KRYD ini akan terus berjalan. Polda Sumsel bertekad menjaga situasi agar tetap aman, tertib, dan yang paling penting kondusif untuk semua.
Artikel Terkait
Golkar DKI Jakarta Potong 117 Hewan Kurban untuk Iduladha 1447 H, Sebar ke Lima Wilayah
Tim Penyelamat Gabungan Laos-Thailand Temukan Lima dari Tujuh Warga yang Terjebak di Gua Banjir
Guardiola Ingin Lakukan ‘Hal Bodoh’ Setelah Tinggalkan Manchester City
Pengamen Waria di Solo Ditangkap Satpol PP Usai Tampar Pengunjung Warung karena Tak Diberi Uang