Operasi Ketupat Musi 2026 memang sudah berakhir. Tapi, bagi Polda Sumatera Selatan, tugas menjaga keamanan tak boleh kendur. Mereka kini menggencarkan lagi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Tujuannya jelas: mempertahankan stabilitas dan ketertiban di seluruh wilayah Sumsel pasca keriuhan arus mudik dan balik Lebaran.
Menurut sejumlah pihak di Polda, situasi pasca liburan panjang justru perlu diwaspadai. Aktivitas masyarakat yang kembali padat berpotensi memunculkan gangguan-gangguan keamanan. Nah, melalui KRYD ini, upaya yang dijalankan lebih bersifat pencegahan.
Patroli digelar lebih masif, bukan cuma di jalanan utama. Kawasan permukiman, pusat keramaian, sampai lokasi wisata juga mendapat perhatian serius. Mereka juga menyasar isu klasik yang sering muncul: balap liar, aksi preman, dan peredaran narkoba.
Kapolda Sumsel, Irjen Sandi Nugroho, lewat Kabid Humas Kombes Nandang Mu'min Wijaya, menekankan bahwa kesiapan personel adalah kunci.
Dia juga menyelipkan imbauan khusus, terutama untuk para sopir angkutan barang. Patuhi aturan operasional kendaraan, bukan cuma demi menghindari tilang, tapi lebih untuk keselamatan bersama di jalan raya.
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Gratis Dikurangi Jadi Lima Hari Seminggu, Penghematan Capai Rp20 Triliun
Menteri PAN-RB Tegaskan WFH Bukan Potong Jam Kerja, tapi Dorong Transformasi Digital
Timnas Futsal Indonesia Bidik Piala Dunia 2028/2032, AFF 2026 Jadi Batu Loncatan
Kebijakan WFH Jumat Berpotensi Hemat BBM hingga Rp 59 Triliun