"Sekali lagi, saya tegaskan komitmen kami. Hubungan Indonesia dan Jepang sudah lama terjalin dan berjalan baik. Ini semua harus kita perkuat lagi ke depannya."
Namun begitu, di balik rangkaian sambutan yang ramah itu, Prabowo menyelipkan catatan serius. Dunia saat ini, menurutnya, sedang memanas. Situasi geopolitik penuh ketidakpastian.
"Kami prihatin dengan keadaan yang ada," ungkapnya.
Tapi di tengah semua itu, justru kerja sama antara Jakarta dan Tokyo bisa jadi penawar. Kolaborasi kedua negara ini, di mata Prabowo, adalah contoh nyata yang bisa menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan.
Kunjungan resmi perdana Prabowo ke Jepang ini berlangsung singkat, dari 29 hingga 31 Maret 2026. Agenda diawali dengan pertemuan penuh protokoler di Imperial Palace bersama Kaisar Naruhito. Lalu, pertemuan puncak dengan PM Takaichi di Istana Akasaka menutup rangkaian kunjungannya.
Artikel Terkait
Bupati Lebak Bantah Sindir Wabup, Amir Hamzah: Itu Penghinaan Pribadi
Richard Lee Diperpanjang Masa Tahanannya, Istri Turut Dipanggil Penyidik
DPR Apresiasi Pemerintah, Harga BBM Tak Naik 1 April 2026
Hasil SNBP 2026 Diumumkan Hari Ini, Bisa Dicek Mulai Pukul 15.00 WIB