Korban yang gugur pada Minggu lalu diketahui bernama Praka Farizal Rhomadhon. Ia berasal dari Yonif 113/Jaya Sakti, Brigif 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda, Aceh. Ia adalah bagian dari Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.
Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Narsullah mengonfirmasi kabar ini pada Senin (30/3). "Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut menimpa Prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL," jelasnya.
Pemerintah Indonesia pun tak tinggal diam. Melalui Kementerian Luar Negeri, Indonesia menyampaikan duka yang mendalam sekaligus kecaman yang keras. Lewat akun X @Kemlu_RI, mereka menyerukan penyelidikan yang transparan dan menyeluruh.
"Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," tegas pernyataan itu.
Lebih dari sekadar kutukan, Indonesia juga mendesak semua pihak untuk menghentikan kekerasan. Pemerintah menegaskan kembali pentingnya menghormati kedaulatan Lebanon. Serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur harus dihentikan. Jalan satu-satunya adalah kembali ke meja dialog dan diplomasi, sebelum situasi bertambah parah.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 121 Dunia Usai FIFA Series 2026
Rusia Rancang Aturan Legalkan Mobil Curian dari Uni Eropa, Jerman Khawatir
Dua Prajurit TNI Gugur dalam Ledakan Saat Bertugas di Lebanon Selatan
1 April: Harsiarnas, Hari Bank Dunia, dan Lupus Alert Day di Balik April Mop