“Ini buktinya, kalau kita bangun sinergi dan kolaborasi dengan baik, insya Allah semua bisa terwujud,” kata Khofifah.
Ia juga menyoroti peran Ponorogo yang kian kuat di bidang kesehatan reproduksi.
“Ponorogo ini kan dulu sudah terkenal dengan layanan infertilitas, ya, membantu pasangan yang sulit punya anak. Dengan gedung baru ini, posisinya makin kuat sebagai episentrum penanganan kasus-kasus seperti itu,” tambahnya.
Nama Gus Dur yang disematkan punya cerita panjang. Ternyata, ada ikatan historis yang erat. Kembali ke tahun 1986, saat RSU Muslimat masih berupa Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) yang sederhana. Nah, peresmiannya kala itu dilakukan langsung oleh Gus Dur sendiri, yang saat itu masih menjabat sebagai Ketua PBNU.
Selain peresmian gedung, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan pembukaan kantor cabang Muslimat Ponorogo. Langkah ini diharapkan bisa memperkuat lagi peran organisasi perempuan Nahdliyin ini, khususnya di ranah sosial dan kesehatan. Sebuah hari yang cukup berarti bagi warga Ponorogo.
Artikel Terkait
Kebakaran Landa Gudang Elpiji SPBE Cimuning di Bekasi, 9 Unit Damkar Dikerahkan
Laporan Ungkap Potensi Agribisnis sebagai Motor Ekonomi Indonesia Menuju 2045
Pemkot Tangerang Raih Dua Penghargaan dan Dana Rp6 Miliar untuk Program Bangga Kencana
Iran Bantah Klaim Trump Soal Permintaan Gencatan Senjata