Lebih lanjut dia menegaskan, "Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan. Kami ingin jadi mitra dalam membangun sumber daya manusia yang religius."
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Sunarto, memberikan penekanan yang agak berbeda. Menurutnya, aksi sosial semacam ini adalah wujud nyata dari transformasi Polri yang Presisi. Artinya, pelayanan dan kepedulian sosial kini ditaruh di garis depan.
Dia menambahkan, aksi nyata yang bermanfaat adalah cara mereka menjaga amanah itu. Tujuannya jelas: memastikan kehadiran biru-biru itu benar-benar meninggalkan dampak positif bagi kualitas hidup warga.
Pada akhirnya, harapannya jelas. Hubungan antara kepolisian dan komunitas pesantren bisa tetap harmonis. Dan yang lebih penting, ini jadi bukti bahwa komitmen Polri untuk mendukung pembangunan sosial dan spiritual di Sumsel bukanlah isapan jempol belaka.
Artikel Terkait
Bocah 9 Tahun Tewas Tertabrak Mobil di Halaman Rumah, Sopir Diduga Mengantuk
Herdman Soroti Potensi Doni Tri Pamungkas dan Beckham Putra Usai Kekalahan Timnas
BMKG Samarinda: Ekuinoks Picu Suhu Mencapai 34 Derajat Celsius
Polda Riau Ungkap 3.164 Kasus Narkoba dan Pecat 18 Anggotanya Sendiri