“Saya sendiri tidak berhenti bekerja. Dua minggu lalu bersama Bapak Presiden di Aceh, lalu hampir empat hari berkeliling ke daerah bencana di Sumatera Utara meski sedang masa liburan,” kisah Tito.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa masih banyak tantangan ke depan yang mesti diantisipasi. Dinamika global, misalnya, yang bisa berpengaruh pada pasokan BBM. Ada juga wacana Work From Anywhere atau WFA yang rencananya akan segera diumumkan pemerintah. Pengalaman selama pandemi dengan sistem WFH bisa jadi bahan pertimbangan.
“Nah, di sinilah rekan-rekan harus berpikir. Jangan selalu tanya apa yang akan organisasi berikan pada kita,” tegasnya.
“Tapi baliklah. Pikirkan, apa yang bisa kita berikan untuk organisasi ini. Di sinilah tempat kita mencari nafkah dan mendapatkan status.”
Usai menyampaikan pesannya, Tito bersama istrinya, Tri Tito Karnavian yang juga Ketua TP PKK, turun langsung menyapa para ASN. Mereka berjalan menyusuri ruangan, bersalaman satu per satu dengan para pegawai yang hadir.
Acara halalbihalal itu sendiri dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi. Tampak hadir Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Bima Arya Sugiarto, dan Akhmad Wiyagus. Sekretaris Jenderal Tomsi Tohir juga hadir, bersama para pejabat eselon di lingkungan Kemendagri dan BNPP.
Artikel Terkait
GB KEK di Pulau Poto Bintan Serap Ribuan Tenaga Kerja, Jawab Isu Stagnasi
KPK Sita Belasan Juta Dolar AS di Safe House Kasus Suap Bea Cukai
Rem Blong, Truk Batu Gamping Terguling di Tanjakan Pok Cucak Gunungkidul
Cuaca Ekstrem Tewaskan 45 Orang di Afghanistan dan Pakistan