Di tengah kompleks Akademi Kepolisian di Semarang, sebuah laboratorium baru sedang dibangun. Bukan laboratorium biasa, melainkan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian yang bakal mengandalkan kecerdasan buatan dan sistem coding. Intinya, Polri ingin taruna-tarunanya tak cuma jago menembak atau olahraga, tapi juga melek teknologi digital.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo sendiri yang hadir dalam acara peletakan batu pertamanya, Senin lalu. Ia dengan tegas menyatakan bahwa laboratorium ini nantinya akan berbasis AI, coding, dan teknologi digital.
"Kita nggak bisa lagi ngajari taruna secara konvensional, makanya tidur saja taruna itu nanti,"
Ucapannya itu terdengar blak-blakan, tapi cukup menggambarkan kegelisahannya. Menurut Dedi, sistem pendidikan kepolisian harus berubah, harus modern dan inovatif. Metode pembelajaran lama dianggapnya sudah kurang menarik bagi para taruna yang notabene generasi Z.
Artikel Terkait
Rem Blong, Truk Batu Gamping Terguling di Tanjakan Pok Cucak Gunungkidul
Cuaca Ekstrem Tewaskan 45 Orang di Afghanistan dan Pakistan
Iran Serang Fasilitas Militer Israel, Sidang Parlemen Terhenti
Bareskrim Musnahkan Lebih dari 1 Kg Sabu Hasil Ungkap Jaringan di Riau