Faktanya, proyek konstruksi oleh militer di lokasi seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Trump sendiri tidak memberikan klarifikasi lebih jauh. Alih-alih, ia justru menyebut bahwa rencana ini baru terungkap ke publik "karena gugatan hukum yang bodoh".
Informasi ini muncul sebagai kelanjutan dari proyek ambisius Trump di Gedung Putih. Ingat, pada Oktober lalu, mantan pengembang real estate itu memerintahkan penghancuran seluruh satu sayap istana kepresidenan. Tujuannya? Untuk mendirikan sebuah ballroom berukuran besar yang akan menjadi tempat perhelatan kenegaraan, mulai dari pertemuan penting hingga jamuan makan malam yang mewah.
Kini, di bawah ballroom yang dimaksudkan untuk kemewahan itu, ternyata ada sesuatu lain yang sedang digali. Sesuatu yang melibatkan militer, dan masih diselimuti misteri.
Artikel Terkait
Mendagri Tito Karnavian Serukan ASN Fokus Kerja Pascalebaran
AHY Buka Peluang Anak, Arjuna, untuk Lanjutkan Karier di Militer atau Politik
Trump Ancam Hancurkan Pusat Vital Iran Jika Kesepakatan Damai Tak Tercapai
Indonesia dan Jepang Sepakati Kerja Sama Ekonomi Strategis Senilai USD 22 Miliar