Ancaman keras kembali dilontarkan Donald Trump. Presiden Amerika Serikat itu mengancam bakal menghancurkan pusat-pusat vital Iran, mulai dari Pulau Kharg yang jadi jantung ekspor minyak, sumur-sumur minyak, hingga pembangkit listrik. Semua itu, kata Trump, akan dilakukan jika Iran tak kunjung menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Padahal, sehari sebelumnya nada Trump terdengar lebih lunak. Ia bahkan sempat menyinggung bahwa kesepakatan mungkin bisa dicapai dalam minggu ini. Melalui unggahan di Truth Social, platform media sosial miliknya, ia menyebut AS tengah berada dalam "diskusi serius" dengan apa yang ia sebut "rezim yang lebih masuk akal" di Teheran. Tapi, di ujung pernyataannya, ancaman itu muncul lagi.
"Kemajuan besar telah dicapai," tulisnya.
"Tapi, kalau kesepakatan nggak tercapai dengan segera bisa saja terjadi dan kalau Selat Hormuz nggak segera 'Dibuka untuk Bisnis', kami akan mengakhiri 'kunjungan' kami yang menyenangkan di Iran. Caranya? Dengan meledakkan dan menghancurkan total semua Pembangkit Listrik, Sumur Minyak, dan Pulau Kharg mereka. Oh, mungkin juga semua pabrik desalinasi! Semua itu sengaja belum kami 'sentuh' sampai sekarang."
Malam sebelumnya, dalam perbincangan dengan awak media di Air Force One, Trump sudah memberi sinyal soal perubahan di tubuh kepemimpinan Iran. Ia menyebut AS telah mencapai "perubahan rezim" lewat perang yang dilancarkan bersama Israel sebulan lalu, seraya menyitir sejumlah pemimpin Iran yang tewas.
"Kita sekarang berurusan dengan orang-orang yang berbeda. Sangat berbeda dari siapa pun sebelumnya. Mereka jauh lebih masuk akal," ujarnya.
"Ini kelompok orang yang sama sekali berbeda. Jadi, ya, saya anggap ini sebagai perubahan rezim."
Lalu, bagaimana prospek perdamaian? Saat ditanya tentang kemungkinan tercapainya kesepakatan minggu depan, Trump memberikan jawaban yang singkat namun membuka ruang harapan.
"Saya melihat adanya kesepakatan di Iran," katanya. "Bisa jadi segera."
Artikel Terkait
PBNU Kecam Kekerasan Seksual di Padepokan Pekalongan, Desak Proses Hukum Tuntas
Banjir Bandang dan Longsor di Bone Bolango, Seorang Warga Hanyut ke Laut Sebelum Berhasil Diselamatkan
Polisi Ajukan Red Notice ke Interpol untuk Buru Otak Pengiriman Pekerja Migran Ilegal ke Kamboja
Ratusan Wali Santri Jemput Anak dari Ponpes Pedang Ati usai Kasus Pencabulan Pimpinan Terbongkar