Presiden Prabowo Subianto secara langsung menugaskan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat teknologi dalam menemukan sumber-sumber air baru. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap dampak perubahan iklim dan upaya memperkuat ketahanan air nasional.
Penugasan itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat kabinet. Kepala BRIN Arif Satria mengungkapkan, usai sidang kabinet ia sempat berbincang dengan presiden dan kembali mendapat penegasan mengenai hal tersebut.
"BRIN mendapat tugas dari Bapak Presiden untuk memperkuat teknologi untuk menemukan sumber-sumber air baru. Hal ini mengingat perubahan iklim telah menjadi keniscayaan yang harus diantisipasi," kata Arif dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).
Arif menambahkan, Presiden Prabowo menempatkan ketahanan air sebagai salah satu prioritas nasional. Menurutnya, air tidak hanya mendukung kehidupan sehari-hari masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi bagi ketahanan pangan.
"Bapak Presiden menempatkan ketahanan air sebagai salah satu program penting, karena tidak saja mendukung kehidupan sehari-hari tetapi juga untuk ketahanan pangan," ujarnya.
BRIN saat ini telah memiliki sejumlah teknologi yang siap dimanfaatkan untuk mendeteksi sumber-sumber air baru. Teknologi tersebut mencakup metode berbasis nuklir, penggunaan drone, serta teknologi desalinasi air laut.
Untuk menindaklanjuti arahan kepala negara, Arif Satria mengatakan BRIN akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Ia menyebut Menteri PU memberikan respons positif dan siap segera berkoordinasi.
Artikel Terkait
Mensesneg Buka Suara soal Posisi Duduk Prabowo dan Gibran yang Tak Bersebelahan di Sidang Kabinet
Prabowo Segera Teken Keppres Jampidsus Definitif Pengganti Febrie Adriansyah
Prabowo Bangga Rumah Pendidikan Raih Juara PBB, Targetkan Renovasi 100.000 Sekolah per Tahun
Menteri Imigrasi: Program Besar Prabowo Butuh Waktu, Termasuk Pembinaan Anak