“Indonesia memiliki legitimasi historis dan moral untuk berbicara di forum internasional, terutama dalam membela negara-negara yang mengalami ketidakadilan,” tegasnya.
Nah, untuk konteks sekarang, PDIP mendorong pemerintah Prabowo Subianto agar konsisten dengan amanat konstitusi tersebut. Intinya, Indonesia harus aktif menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Di sisi lain, Hasto juga membocorkan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah bertemu dengan Presiden Prabowo. Pertemuan itu salah satunya membahas isu bangsa dan masalah geopolitik internasional yang sedang panas.
Dari pembicaraan itu, muncul poin penting: para pemimpin bangsa perlu terus berdialog. Megawati pun berbagi pengalaman dengan Prabowo. Sebelumnya, mantan presiden kelima itu sebenarnya sudah diundang bersama tokoh bangsa lain untuk bertemu, tapi saat itu Prabowo masih ada agenda di luar daerah.
Jadi, pandangan PDIP soal sikap politik luar negeri Indonesia saat ini memang cukup tegas. Hasto menjelaskan, kemerdekaan Indonesia sejak dulu ditujukan untuk membangun persaudaraan dunia. Sebagai bangsa yang pernah tertindas, kita punya semangat untuk mendorong kemerdekaan bagi semua bangsa.
"Maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Itulah yang harus dilanjutkan oleh seluruh Presiden," pungkas Hasto menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Artileri Saat Bertugas di Lebanon Selatan
Kebakaran Besar Hanguskan Pabrik Terpal di Gunungputri, Bogor
Kebakaran Hanguskan Pabrik Helm di Bogor, Kerugian Capai Puluhan Miliar
Nenek 80 Tahun Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi Bantul