Kebakaran Besar Hanguskan Pabrik Terpal di Gunungputri, Bogor

- Senin, 30 Maret 2026 | 21:15 WIB
Kebakaran Besar Hanguskan Pabrik Terpal di Gunungputri, Bogor

Api berkobar besar melalap sebuah pabrik pembuatan terpal di Jalan Jampang, Gunungputri, Kabupaten Bogor. Kejadian ini membuat suasana mencekam di kawasan Setu Wanaherang sejak Sabtu sore.

Menurut sejumlah saksi, kobaran api pertama kali terlihat sekitar pukul tiga setengah sore. Material yang ada di dalam pabrik seperti kertas dan bahan baku lainnya ternyata sangat mudah terbakar. Alhasil, si jago merah terus menyala berjam-jam lamanya, sulit sekali untuk dikendalikan.

Komandan Sektor Pemadam Kebakaran Gunungputri, Hendra, membenarkan kejadian tersebut.

"Betul, objek yang terbakar pabrik terpal. Lokasi kebakaran di sekitar Setu Wanaherang, Gunungputri. Anggota sudah di lokasi, masih penanganan,"

Ucapnya ketika dikonfirmasi pada hari Minggu (29/3).

Suasana horor itu terekam jelas dalam beberapa video yang beredar. Dari kejauhan, asap hitam pekat membubung tinggi mengotapkan langit. Di video lain, terlihat sejumlah orang berlarian di dalam bangunan, berusaha menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan sementara api terus melahap.

Melihat besarnya kobaran, upaya pemadaman pun dilakukan secara maksimal. Hendra menyebutkan, awalnya empat unit mobil dari sektornya dikerahkan. Namun karena api tak kunjung reda, bantuan dari kantor damkar sekitar pun diminta.

"Kebakarannya cukup besar, karena kan di situ banyak bahan baku yang mudah terbakar ya, ada banyak kertas semen juga,"

Imbuhnya menjelaskan situasi di lapangan.

Tak tanggung-tanggung, total puluhan personel dikerahkan ke lokasi. Jumlahnya mencapai sekitar lima puluh orang dengan sepuluh unit mobil pemadam. Sayangnya, tumpukan material yang mudah terbakar itu membuat api terus membesar. Petugas berjuang keras, tapi pemadaman berjalan alot.

Sampai berita ini diturunkan, proses pendinginan masih terus dilakukan. Warga sekitar diimbau untuk tetap waspada dan menjauh dari lokasi kejadian.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar