Suasana pagi di Dusun Gesikan, Bantul, mendadak ricuh. Jeritan warga memecah kesunyian, mengarah ke sebuah saluran irigasi persawahan. Di sana, seorang perempuan lanjut usia ditemukan tak bernyawa. Peristiwa naas itu terjadi Senin (30/3/2026) pagi, sekitar pukul enam lewat seperempat.
Korban adalah seorang nenek berusia 80 tahun, berinisial D. Ia dikenal sebagai buruh tani di lingkungannya. Tubuhnya tergeletak di aliran sungai kecil yang biasa mengairi sawah-sawah di Kalurahan Panggungharjo itu.
Menurut penuturan Iptu Rita Hidayanto, Kasi Humas Polres Bantul, semua berawal dari teriakan histeris seorang warga.
“Begitu mendengar teriakan, beberapa saksi langsung mendatangi sumber suara. Mereka kaget melihat korban sudah terbaring di sungai. Warga lalu bergotong-royong mengevakuasi jenazah,” jelas Rita, seperti dikutip dari pemberitaan Senin lalu.
Setelah berhasil dikeluarkan dari saluran air, tenaga medis pun dipanggil. Hasilnya sudah bisa ditebak: tak ada tanda-tanda kehidupan. Nenek itu dinyatakan meninggal dunia di tempat.
Laporan kemudian mengalir ke Polsek Sewon. Tak butuh waktu lama, berbagai unit kepolisian berdatangan. Mulai dari SPKT, Reskrim, hingga tim Inafis turun tangan melakukan olah TKP. Suasana lokasi pun berubah menjadi keramaian petugas yang sibuk mengumpulkan petunjuk.
Di sisi lain, pemeriksaan awal sempat menemukan sesuatu. Ada luka memar di dahi korban. Dugaan sementara, luka itu muncul karena benturan dengan talut atau dinding sungai. Tapi, ini masih sebatas dugaan. Soal penyebab kematian yang sebenarnya, polisi masih menutup rapat. Mereka menunggu hasil pemeriksaan yang lebih menyeluruh.
Keluarga korban, kata polisi, sudah diberi tahu dan menerima kenyataan pahit ini. Setelah seluruh proses pemeriksaan di lokasi dinyatakan selesai, jenazah almarhumah akhirnya diserahkan kepada mereka. Untuk kemudian dimakamkan sesuai tradisi.
Peristiwa menyedihkan ini tentu meninggalkan duka mendalam bagi warga dusun yang biasanya tenang. Seorang lansia yang sehari-harinya terlihat bekerja di sawah, kini ditemukan meninggal dalam keadaan mengenaskan di saluran air yang mungkin setiap hari ia lalui.
Artikel Terkait
Evaluasi Kementerian PAN-RB: Fleksibilitas Kerja ASN Efisienkan Anggaran Rp2 Triliun Tanpa Turunkan Kualitas Layanan
Keluarga Bantah Anggi Punya Hubungan Asmara dengan Pembunuh, Pacar dari Makassar Sudah Siap Lamar
Lonjakan Penumpung KA di Jakarta Capai 38.666 Orang pada Puncak Libur Iduladha
284 Siswa SMAN 14 Bandar Lampung Lulus 100 Persen dan Diterima di PTN