Montella, pelatih Turki, terlihat lega. “Saya bangga sekali dengan tim. Kami tahu ini akan jadi pertandingan ketat, dan skor pasti rendah,” katanya.
Kemenangan ini jelas suntikan motivasi. Kapten Hakan Calhanoglu bahkan terkesap cuek soal lawan final nanti. “Lawan siapa pun nggak masalah. Tim kami muda dan penuh energi. Fokus kami cuma satu: main sebaik mungkin,” tegasnya.
Dan lawan itu adalah Kosovo. Dua tim yang sama-sama lapar akan satu tiket ke Piala Dunia. Bagi Turki, ini peluang emas mengakhiri puasa panjang sejak jadi juara ketiga di 2002. Rasanya, sejarah hampir terulang.
“Kami mau menang di laga final. Piala Dunia itu target utama, dan kami akan berjuang mati-matian,” tekad Guler.
Kalau berhasil melenggang, Turki akan masuk Grup D. Di sana, Amerika Serikat (sebagai tuan rumah), Australia, dan Paraguay sudah menunggu. Tapi, satu perjalanan besar selalu dimulai dari satu langkah kecil. Untuk Turki, langkah kecil itu harus diambil Rabu depan.
Editor: Redaksi
Artikel Terkait
Minat Mobil Listrik China Tinggi di AS, Namun Regulasi dan Tarif Jadi Penghalang Utama
BMKG: Hujan Masih Guyur Sejumlah Kota, Waspada Potensi Petir di Arus Balik
AS Siap Gelar Pertemuan dengan Iran Pekan Ini di Tengah Ketegangan
Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Melintas di Tengah Blokade Selat Hormuz