Ilustrasi Pexels
Apa pemicu utamanya?
CDC menunjuk dua tersangka utama: diabetes dan hipertensi. Dua penyakit ini kini banyak menjangkiti kaum muda. Laporan International Diabetes Federation (IDF) mengkonfirmasi tren peningkatan diabetes di usia produktif, yang otomatis berdampak pada lonjakan kasus ginjal.
Hipertensi yang dibiarkan tak terkendali dalam waktu lama juga berbahaya. Perlahan-lahan, ia merusak pembuluh darah kecil di dalam ginjal. Gaya hidup pun punya andil. Kebiasaan mengonsumsi obat antiinflamasi atau suplemen secara sembarangan, tanpa pengawasan dokter, dalam jangka panjang turut menambah risiko.
Di sisi lain, upaya pencegahan sebenarnya bisa dimulai dari hal sederhana. Menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten adalah ikhtiar pertama dan utama.
Pencegahan dan pemeriksaan
WHO, CDC, dan National Kidney Foundation punya rekomendasi yang nyaris serupa. Rutinlah cek tekanan darah dan gula darah. Jaga berat badan ideal, batasi asupan garam dan gula, serta penuhi kebutuhan cairan. Berhenti merokok dan hindari penggunaan obat-obatan tanpa resep dokter juga langkah krusial.
Poinnya jelas: jika diabaikan, penyakit ginjal kronis bisa berkembang menjadi gagal ginjal stadium akhir. Pada fase itu, pilihan terapi yang tersisa mungkin hanya cuci darah atau transplantasi. Situasi yang pasti ingin dihindari semua orang, terutama mereka yang masih muda.
Artikel Terkait
Perumda Pasar Jaya Genjot Pengangkutan 6.970 Ton Sampah di Pasar Kramat Jati
Lima Model Wastafel Dapur Modern untuk Tingkatkan Kenyamanan dan Efisiensi
Polres Bogor Panen 10 Ton Jagung, Targetkan 500 Ton untuk Bulog
Bazar Rakyat di Monas Bagikan Kupon Rp500 Ribu untuk Dongkrak UMKM Pascalebaran