Menurut Tuchel, performa White selama TC sebenarnya luar biasa. Dia bahkan dinilai layak dapat tempat di starting eleven. Tapi ya itu, dinamika suporter di tribun kadang punya logika sendiri.
Di sisi lain, Tuchel menekankan bahwa pemain berusia 28 tahun itu harus kuat. Mentalnya diuji.
"Dia harus menerima kenyataan ini. Kami akan selalu melindunginya dan berharap bisa segera melupakan kejadian ini," tegas pelatih asal Jerman itu.
Pesan terakhirnya jelas: ini bukan akhir. White, kata Tuchel, sedang menulis babak baru. Dan kesempatan untuknya masih terbuka lebar.
Laga itu mungkin sudah berakhir. Tapi gema cemoohan di Wembley, dan bagaimana White bangkit darinya, masih jadi cerita yang belum selesai.
Artikel Terkait
Mentan: Indonesia Jadi Rujukan Swasembada Pangan, Tapi Ancaman Impor Masih Nyata
Thailand dan Iran Sepakati Jaminan Keamanan untuk Kapal Tanker di Selat Hormuz
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 53 Ribu Penumpang Tiba di Stasiun Jakarta
Polisi Tangkap Pembeli Bayi Hasil Perdagangan Anak di Jeneponto