kata Meutya.
Lain lagi dengan Bigo Live. Mereka justru lebih ketat, menaikkan batas usia pengguna ke 18 tahun. Rating aplikasinya di toko aplikasi pun diajukan untuk dinaikkan. Untuk moderasi konten, Bigo Live mengandalkan campuran teknologi AI dan tim manual.
Namun begitu, tidak semua menunjukkan kesiapan yang sama. Dua raksasa lain, Roblox dan TikTok, dinilai baru memenuhi sebagian ketentuan.
Roblox dikabarkan masih mempersiapkan pengaturan baru yang membatasi aktivitas bagi pengguna di bawah 13 tahun. Prosesnya masih berjalan.
Sementara TikTok, meski sudah menyampaikan rencana penonaktifan akun pengguna di bawah 16 tahun, pelaksanaannya bertahap. Pemerintah meminta platform tersebut segera merilis peta jalan yang jelas, khususnya untuk pengguna berusia 14 hingga 15 tahun.
Meutya menegaskan, pemerintah tak akan main-main. Tidak ada toleransi untuk yang bandel.
“Aturan berlaku untuk semua. Jika beroperasi di Indonesia, maka seluruh entitas digital wajib mengikuti hukum Indonesia,”
tegas Menkominfo sekali lagi. Nada suaranya terdengar tanpa kompromi.
Kini, bola ada di pihak platform. Masyarakat pun menunggu, apakah ruang digital akan benar-benar berubah menjadi lebih ramah untuk anak-anak.
Artikel Terkait
Cemburu Pacar, Pria 80 Tahun Dibunuh dan Dibuang ke Sungai Citanduy
Harga RAM DDR4 Melonjak Hampir 9 Kali Lipat, Produsen Beralih Fokus ke Memori AI
Menteri Zulhas Pastikan Stok Pangan Nasional Aman di Tengah Gejolak Global
Satu Tewas dalam Tabrakan Dua Motor di Jalur Mancak-Anyer