Proses panjang ini dimulai sejak pertengahan Desember 2025. Awalnya, ada seleksi internal yang menyaring 49 murid menjadi 34 peserta pendaftar.
tambah Made.
Menurutnya, kehadiran program ini benar-benar mengubah budaya akademik di sekolah. Sebelumnya, belum ada ekosistem terstruktur yang membimbing siswa untuk menuju Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN). Dulu, keberhasilan lulusan ke luar negeri lebih banyak mengandalkan inisiatif mandiri orang tua dan konsultan pribadi.
Kini, hasilnya sungguh luar biasa. Para pelajar itu diterima di berbagai universitas top di negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Belanda, dan Selandia Baru.
jelas Made.
Artikel Terkait
F1 Jepang dan MotoGP AS Ramaikan Akhir Pekan, Veda Ega Pratama Turun di Moto3
Ekonom: Prabowo Hidupkan Kembali Soemitronomics untuk Wujudkan Ekonomi Pancasila
Maguire: Fondasi Amorim Jadi Kunci Kebangkitan Manchester United
IOC Tetapkan Skrining Gen SRY sebagai Syarat Kelayakan Atlet Perempuan di Olimpiade