Jakarta - Rencana pemerintah menerapkan hari kerja dari rumah atau WFH lagi-lagi jadi perbincangan. Kali ini, anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno angkat bicara. Ia punya catatan penting: jangan sampai hari WFH itu malah jadi ajang libur panjang.
Menurut Romy, penempatan hari WFH harus dipertimbangkan matang, terutama terkait kebiasaan masyarakat. "Kita harus realistis," ujarnya kepada wartawan, Kamis (26/3/2026).
"Kalau WFH ditempatkan di hari yang mepet dengan akhir pekan, misalnya hari Jumat, yang ada malah memicu moral hazard. Orang cenderung akan menggabungkannya jadi long weekend," papar politisi PDIP itu.
Alasannya sederhana tapi masuk akal. Menurut sejumlah pengamat, hal semacam itu kerap terjadi. Romy khawatir, alih-alih mengurangi mobilitas, kebijakan justru berbuah sebaliknya.
"Ini berpotensi meningkatkan mobilitas, bukan menurunkannya," tegasnya.
Artikel Terkait
Perumda Pasar Jaya Genjot Pengangkutan 6.970 Ton Sampah di Pasar Kramat Jati
Lima Model Wastafel Dapur Modern untuk Tingkatkan Kenyamanan dan Efisiensi
Polres Bogor Panen 10 Ton Jagung, Targetkan 500 Ton untuk Bulog
Bazar Rakyat di Monas Bagikan Kupon Rp500 Ribu untuk Dongkrak UMKM Pascalebaran