Cara-cara fisik bisa membantu. Misalnya, menarik napas dalam, menutup mata beberapa detik, atau sekadar meregangkan badan. Tindakan kecil ini bisa menenangkan pikiran yang sedang kalut.
Ada juga yang menawarkan micro-break activity lewat situs tertentu, mengajak pengunjungnya berhenti sepuluh detik sebelum merespons sesuatu. Tujuannya bukan untuk memvonis benar-salah, tapi lebih untuk merasakan sendiri bedanya keputusan yang diambil dengan kepala dingin.
Sebagai panduan, ada empat langkah JEDA yang bisa dicoba:
- J Jangan reaktif. Tahan dulu jempolmu.
- E Evaluasi informasi. Dari mana sumbernya? Sudah lengkap belum?
- D Double-check. Crosscek ke sumber lain yang terpercaya.
- A Ambil keputusan dengan tenang. Baru sekarang, tentukan mau diapakan informasi itu.
Keempat langkah ini bukan aturan mati, melainkan pengingat agar emosi dan rasionalitas kita bisa bekerja lebih seimbang. Di tengah budaya digital yang serba cepat dan spontan, kemampuan untuk berhenti sejenak justru jadi aset yang sangat berharga.
Kadang, untuk melihat sesuatu dengan lebih jernih, kita cuma butuh waktu sepuluh detik saja sebelum akhirnya mengklik.
Artikel Terkait
Mobil BYD M6 Tercebur ke Kolam Bundaran HI Dini Hari, Diduga Pengemudi Kurang Hati-hati
Hodak Bela Beckham Putra: Panggilan Timnas Pantas untuk Performanya
Senajal Gugat CAF ke CAS, Pertahankan Gelar Juara Piala Afrika 2025
The New York Times Ungkap Proposal Rahasia Trump untuk Gencatan Senjata dengan Iran