Video itu beredar luas, menunjukkan sekelompok wisatawan bersitegang dengan petugas di Simpang Teneng, Cinangka, Serang. Aksi mereka yang terlihat memaksa masuk ke jalur yang sudah ditutup, ramai jadi perbincangan. Menanggapi hal ini, Polda Banten akhirnya angkat bicara.
Menurut penjelasan polisi, kejadian ini berawal dari upaya rekayasa lalu lintas. Saat itu, arus kendaraan di kawasan wisata Anyer-Cinangka memang sedang padat. Nah, di tengah pengaturan itu, sebuah mobil pikap yang membawa rombongan wisatawan justru menolak imbauan petugas. Mereka berusaha menembus jalur yang sudah ditutup.
Kabidhumas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea, menegaskan bahwa setiap rekayasa lalu lintas adalah bentuk pelayanan.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Buka Era Herdman dengan Laga Perdana FIFA Series di GBK
Ayah di Tuban Babak Belur Dianiaya Anak Kandung Gara-gara Uang Rokok Rp20 Ribu
Menteri Perdagangan Pastikan Diversifikasi Sumber Impor Pupuk untuk Jaga Stabilitas Pasokan
Bareskrim Tetapkan Tangan Kanan Bandar The Doctor sebagai DPO, Diduga Bersembunyi di Malaysia