Di sisi lain, Irawan sebenarnya melihat sisi positif dari kebijakan ini, terutama untuk penghematan energi. Hanya saja, ia mengingatkan, implementasinya harus dipikirkan matang. Penyediaan logistik dan kebutuhan pokok masyarakat, misalnya, harus tetap berjalan lancar. Jangan sampai niat baik malah menimbulkan masalah baru.
Usulan Irawan ini muncul setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengemukakan pandangan berbeda. Purbaya justru melihat potensi lain jika WFH jatuh di hari Jumat.
Menurutnya, akhir pekan yang lebih panjang Jumat sampai Minggu bisa mendongkrak aktivitas rumah tangga dan memberi angin segar bagi sektor pariwisata. Tentu saja, di samping dampak utamanya, yaitu efisiensi energi lewat penghematan BBM.
Purbaya menegaskan, pemberlakuan satu hari ini dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan. Antara fleksibilitas kerja di satu sisi, dan produktivitas di sisi lain.
Jadi, perdebatan soal hari yang tepat untuk WFH ini masih terbuka. Apakah akan dipilih Rabu seperti usulan Irawan, atau Jumat seperti yang dilihat potensinya oleh Purbaya? Semuanya kembali pada pertimbangan pemerintah nantinya.
Artikel Terkait
Korlantas: 42% Pemudik Belum Kembali, Antisipasi Puncak Balik Kedua
Polri Siagakan Personel hingga 29 Maret, 42 Persen Pemudik Belum Kembali ke Jakarta
China Protes Keras Penyusupan Perwira Jepang ke Kedutaan di Tokyo
Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Angka Fatalitas Kecelakaan Turun 30,89 Persen