KA Siliwangi Catat Rekor Okupansi 201% di Puncak Arus Mudik Lebaran 2026

- Rabu, 25 Maret 2026 | 20:45 WIB
KA Siliwangi Catat Rekor Okupansi 201% di Puncak Arus Mudik Lebaran 2026

BANDUNG – Angka yang tercatat pada Senin, 23 Maret 2026 itu benar-benar luar biasa. Kereta Api Siliwangi, layanan lokal di Jawa Barat, dipadati penumpang hingga mencapai okupansi 201 persen. Menurut PT KAI Daop 2 Bandung, ini merupakan rekor tertinggi yang mereka catat sejauh ini.

Bagaimana bisa melebihi 100%? Tentu saja karena kereta itu dipenuhi hingga ke pelosok gerbong, melebihi kapasitas normal yang ditetapkan. Fenomena ini terjadi di puncak periode Angkutan Lebaran 2026, yang berlangsung sejak 11 hingga 24 Maret.

Manager Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, melihat tingginya angka ini sebagai bukti nyata. Menurutnya, KA Siliwangi telah menjadi solusi mobilitas yang benar-benar terjangkau dan efektif, terutama bagi warga Jawa Barat yang hendak mudik atau balik kampung.

“KA Siliwangi hadir sebagai alternatif transportasi yang ekonomis dan efisien,” ujarnya.

“Dengan tarif yang sangat terjangkau, masyarakat tetap dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, bebas macet, dan tepat waktu.”

Tarifnya memang membuat banyak orang melirik. Cuma Rp5.000 sekali jalan, baik dari Cipatat ke Sukabumi maupun sebaliknya. Tak heran jika pada hari puncak itu, jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Cianjur mencapai 2.563 orang. Sementara dari Stasiun Cipatat, ada 1.949 orang yang berangkat.

Rata-rata selama periode Lebaran, okupansinya tetap tinggi, yakni sekitar 93%. KAI menyediakan enam perjalanan pulang-pergi setiap harinya, menghubungkan Cipatat dan Sukabumi. Frekuensi yang cukup tinggi ini memberi fleksibilitas bagi masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan mereka.

Di sisi lain, kereta ini ternyata tak hanya sekadar alat mudik. Banyak juga yang memanfaatkannya untuk wisata dan silaturahmi akhir pekan. Lintasan yang dilalui menawarkan pemandangan alam yang memikat, sekaligus akses menuju berbagai destinasi menarik di sepanjang rute.

Jadi, perjalanan dengan KA Siliwangi bisa jadi pengalaman sendiri. Masyarakat dengan mudah bisa singgah ke tempat-tempat wisata, kuliner, atau spot budaya yang tersebar di jalur tersebut.

Kuswardojo menegaskan, komitmen untuk meningkatkan pelayanan tetap menjadi prioritas, baik untuk KA jarak jauh maupun lokal seperti Siliwangi.

“Kami memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan, khususnya pada masa Angkutan Lebaran yang memiliki mobilitas tinggi,” tambahnya.

Terlihat jelas, kebutuhan akan transportasi umum yang murah dan andal begitu besar. Dan KA Siliwangi, dengan rekor okupansinya yang fantastis itu, telah menjawab kebutuhan itu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar