Maka dari itu, menurutnya, pemerintah perlu fokus pada sumber pertumbuhan yang lebih kokoh. Investasi dan ekspor harus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi bisa bertahan lama, tidak cuma mengandalkan momen.
“Oleh karena itu, penguatan sumber pertumbuhan yang lebih struktural menjadi krusial agar kinerja ekonomi tidak hanya kuat secara siklikal, tetapi juga solid dalam jangka menengah,” tuturnya.
(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
Target Pemerintah Lebih Tinggi
Di sisi lain, pemerintah sendiri punya target yang lebih optimis. Mereka memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 bisa mencapai 5,5 sampai 5,6 persen. Target ini hendak dicapai lewat percepatan belanja negara, stimulus fiskal, dan tentu saja, penguatan daya beli masyarakat di bulan Ramadan dan Idulfitri.
Untuk menjaga daya beli dan memacu pertumbuhan, sejumlah paket stimulus sudah diluncurkan. Salah satu yang paling kentara adalah insentif transportasi buat pemudik. Ada diskon tiket kereta api 30 persen, potongan untuk angkutan laut 30 persen, jasa penyeberangan gratis 100 persen, dan tiket pesawat yang dipotong 17–18 persen. Upaya ini diharapkan bisa menjaga laju ekonomi tetap bergerak.
Artikel Terkait
Pertamina Siapkan 19 Titik Serambi MyPertamina Mini di Destinasi Wisata untuk Mudik Lebaran
Pemerintah dan Muhammadiyah Sepakat Iduladha 2026 Jatuh pada 27 Mei
Operasi Ketupat Lodaya 2026: 826.858 Kendaraan Padati Jalan Raya Puncak
KAI Logistik Catat Lonjakan 68% Volume Pengiriman Barang Saat Ramadan