Dari Teheran, sebuah rudal balistik jarak jauh meluncur. Sasaran yang dituju? Pangkalan militer gabungan Inggris dan Amerika Serikat di Pulau Diego Garcia, yang terpencil di Samudra Hindia. Langkah ini, bagi banyak pengamat, bukan lagi sekadar ancaman. Ini eskalasi nyata.
Menurut Pasukan Pertahanan Israel (IDF), ini adalah pertama kalinya Iran melancarkan serangan rudal jarak jauh seperti itu sejak konflik dengan Israel dan AS memanas akhir Februari lalu. Kabarnya, rudal-rudal itu gagal mencapai target. Tapi pesannya jelas terkirim.
Iran sendiri masih bungkam. Media-media di dalam negeri mereka lebih banyak mengutip pemberitaan luar. Diam yang justru membuat banyak pihak bertanya-tanya.
Nah, di sinilah para ahli mulai sibuk. Mereka mencoba mengurai implikasi dari aksi nekat ini. Salah satu pertanyaan besar yang mengemuka: kalau bisa menembak sejauh Diego Garcia, apakah ibu kota Eropa seperti Berlin, Paris, atau London juga sudah dalam jangkauan rudal Iran?
Seorang menteri kabinet Inggris dengan cepat meredam spekulasi itu. "Tidak ada penilaian untuk mendukung" klaim IDF soal kemampuan Iran mencapai London, katanya. Tapi keraguan sudah terlanjur tertanam.
Ghoncheh Habibiazad, jurnalis BBC News Persian, memberikan konteks yang penting.
"Program rudal Iran sudah lama jadi sorotan dunia," ujarnya.
"Iran selalu bilang program mereka defensif, murni untuk mencegah serangan. Tapi banyak kritikus yang khawatir, kemajuan teknologi rudal jarak jauh mereka bisa mengacak-acak keseimbangan keamanan regional."
Yang menarik, serangan ke Samudra Hindia ini terjadi belum genap sebulan sejak putaran negosiasi terbaru mengenai program nuklir Iran. Lalu Israel dan AS menyerang. Dan sekarang Iran membalas dengan menunjukkan jangkauan baru.
Diego Garcia itu jauh. Sekitar 3.800 kilometer dari Iran. Wall Street Journal dan CNN melaporkan, berdasarkan keterangan pejabat AS anonim, tidak satu pun rudal yang berhasil mendarat di pulau itu. Satu rudal dilaporkan gagal di udara, lainnya ditembak jatuh oleh kapal perang AS. BBC telah mengonfirmasi klaim ini.
Tapi IDF punya narasi sendiri. Mereka langsung bersuara, menyebutkan banyak kota di Eropa, Asia, dan Afrika kini bisa jadi target. Bahkan pada 2025, IDF sudah mengklaim Iran punya rencana mengembangkan rudal dengan kemampuan seperti itu.
Kepala Staf IDF, Letnan Jenderal Eyal Zamir, tak ketinggalan. Dia mengunggah video di media sosial usai insiden di Kepulauan Chagos (tempat Diego Garcia berada).
"Iran meluncurkan rudal balistik antarbenua dua tahap dengan jangkauan 4.000 km. Rudal-rudal itu tidak dimaksudkan untuk mengenai Israel," katanya.
"Jangkauannya mencapai ibu kota Eropa. Berlin, Paris, dan Roma semuanya berada dalam jangkauan ancaman langsung."
Artikel Terkait
Polda Sumsel Operasikan Ambulans Apung untuk Warga di Wilayah Perairan
Arus Balik di Lingkar Gentong Tasikmalaya Mereda, Polisi Tetap Siaga hingga Akhir Libur Sekolah
Kapolri Perpanjang Pengamanan Arus Balik Lebaran Empat Hari Pasca Operasi Ketupat
Meta Didenda Rp6 Triliun di New Mexico Atas Gugatan Keselamatan Anak