Meski arus sudah melandai, puncak arus balik ternyata mencetak rekor. Terjadi pada Selasa (24/3) kemarin, dengan jumlah kendaraan yang membludak mencapai 256.388 unit. Angka ini disebut-sebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah.
"Tahun lalu adalah 223.163, jadi ada peningkatan 14,8%," ungkap Irjen Agus. Lonjakan yang signifikan, tentu saja.
Namun begitu, ada kabar baik di tengah tingginya volume kendaraan. Fatalitas atau angka kematian akibat kecelakaan selama mudik tahun ini justru turun. Bahkan, jumlah peristiwa kecelakaannya sendiri juga mengalami penurunan.
"Dari fatalitas korban meninggal dunia itu turun kurang lebih 28% sampai 30%," jelas Agus. "Sampai saat ini baru 28,5% itu penurunan angka peristiwa fatalitas korban."
Sebuah penurunan yang patut disyukuri, meski perjalanan mudik tahun ini diwarnai oleh kepadatan yang luar biasa.
Artikel Terkait
KASBI Desak Pengungkapan Dalang Intelektual di Balik Penyerangan Aktivis Andrie Yunus
Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Catat Rekor Tertinggi
Dompet Dhuafa Catat Kenaikan Dana ZISWAF 15,2% di Ramadan 1447 H
Polda Sumsel Operasikan Ambulans Apung untuk Warga di Wilayah Perairan