Penertiban di belakang Grand Indonesia harus terus berjalan. Itulah pesan tegas Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang meminta aksi itu tak boleh setengah-setengah. Dia sendiri sudah menghubungi langsung Wali Kota Jakarta Pusat untuk memastikan hal itu.
"Termasuk saya juga secara pribadi menelepon langsung kepada Wali Kota Jakarta Pusat untuk yang di belakang Grand Indonesia yang sudah dibersihkan, harus terus dilanjutkan," ujar Pramono di Balai Kota, Rabu (25/3/2026).
Nada suaranya tegas. "Tidak setengah hati lagi," tambahnya.
Intinya, kawasan yang sudah rapi itu harus dijaga. Jangan sampai pedagang kaki lima atau joki parkir liar kembali memadati dan membuat semrawut lokasi tersebut usai penertiban.
Artikel Terkait
Normalisasi Lalu Lintas Trans Jawa Dimulai, Sistem One Way Dihentikan Bertahap
Arus Balik Lebaran Padati Pelabuhan Raha, 1.200 Tiket Rute ke Kendari Ludes Terjual
Mensos Gus Ipul Tegur 2.708 Pegawai Bolos Usai Libur Lebaran
PM Spanyol: Konflik Timur Tengah Saat Ini Lebih Buruk Dibanding Invasi AS ke Irak