Yang menarik, geliatnya ternyata tidak hanya dirasakan Jakarta. Beberapa daerah lain ikut terpacu. Beberapa provinsi bahkan mulai mengadopsi konsep serupa untuk mendongkrak ekonomi lokal mereka.
Pramono menyebutkan beberapa contoh.
"Program ini juga diikuti berbagai provinsi. Semarang, transaksinya Rp 8 miliar. Lalu ada Surabaya, sekitar Rp 6,2 miliar. Dan masih ada lagi," jelasnya.
Di sisi lain, antusiasme masyarakat pasca-Lebaran terasa betul di ibu kota. Monas, Ragunan, Ancol semua tempat wisata itu ramai dikunjungi. Pemprov DKI mencatat kenaikan pengunjung yang signifikan dalam tiga hari terakhir.
Pada akhirnya, seluruh rangkaian ini adalah sebuah upaya. Strategi untuk menjaga momentum perputaran ekonomi usai libur panjang, tanpa mengabaikan pelayanan publik.
"Respon masyarakat sangat baik, semuanya berjalan lancar," kata Pramono menutup pembicaraan.
Ia berharap, tren positif ini bertahan sampai akhir bulan.
Artikel Terkait
Senin Jadi Favorit Publik untuk Hari Kerja dari Rumah, Jumat Menyusul Ketat
Arus Balik Lebaran 2026: Terminal Kampung Rambutan Catat 4.212 Penumpang Hingga Siang
Anies Baswedan Hadir Tak Diundang di Halalbihalal SBY di Cikeas
Rumah Jokowi di Solo Ramai Dikunjungi Pejabat dan Warga untuk Silaturahmi Lebaran