Naik-turunnya Alwi di Eropa bisa jadi gambaran. Lihat saja perjalanannya di Swiss Open. Semifinal ia tampil gemilang, menumbangkan unggulan pertama asal Tiongkok, Li Shifeng, dengan dua gim langsung. Tapi ajaibnya, di partai puncak, performanya seperti menguap. Alwi takluk dari wakil Jepang, Yushi Tanaka, dengan skor yang cukup telak: 18-21 dan 12-21.
Menurut Indra, faktor pemulihan atau recovery pasca-pertandingan juga krusial. Ini yang menentukan apakah seorang atlet bisa tampil stabil dari satu match ke match berikutnya.
“Dengan jadwal yang cukup padat, recovery menjadi sangat penting agar performa bisa tetap stabil,” tegasnya.
Di sisi lain, rangkaian Tur Eropa ini jelas bukan perjalanan sia-sia. Indra berharap semua pengalaman itu yang manis dan yang pahit bisa jadi modal berharga. Bekal untuk mengasah kualitas dan memperkokoh daya saing Alwi di pentas elite. Tantangannya jelas: bagaimana mengubah potensi yang menjanjikan itu menjadi hasil yang konsisten.
Artikel Terkait
Inflasi dan Gejolak Global Uji Daya Beli di Lebaran 2026
Rusia Peringatkan Konsekuensi Serius atas Pembunuhan Pejabat Iran oleh AS-Israel
Menteri dan Sekretaris Kabinet Pantau Arus Balik, Terminal Pulo Gebang Ramai Lancar
Luis Garcia Plaza Resmi Tangani Sevilla dengan Misi Hindari Degradasi