Namun begitu, fokus pengawasan bukan cuma pada jaringan seluler belaka. Kemkomdigi juga mengawasi ketat keamanan frekuensi penerbangan. Meutya menegaskan, interferensi yang terjadi sangat minim bahkan di bawah 30 detik. Artinya, lonjakan frekuensi selama puncak mudik ini dinilai aman dan tak membahayakan navigasi pesawat.
Pengawalan ketat ini rencananya bakal terus berlangsung hingga tanggal 29 Maret nanti. Untuk mengantisipasi segala kemungkinan, sekitar 500 posko telah disiagakan oleh Kemkomdigi bersama para operator seluler di penjuru tanah air.
Keberadaan posko-posko itu rupanya sudah terbukti efektif. Contohnya saat menangani kepadatan trafik yang terjadi pada 19 Maret lalu, bertepatan dengan momen Pengerupukan dan libur Lebaran. Saat itu, Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) bersama operator bergerak cepat. Hasilnya, lebih dari 90% keluhan dari masyarakat berhasil ditangani tanpa kendala yang berarti.
Artikel Terkait
AS Pertimbangkan Ketua Parlemen Iran Ghalibaf Sebagai Mitra Potensial
Menteri dan Seskab Pantau Arus Balik Lebaran, Puncak Kedua Diprediksi Akhir Maret
Paus Serukan Gencatan Senjata dan Dialog untuk Akhiri Konflik di Timur Tengah
Jasa Marga Imbau Disiplin Pengendara di Jalur One Way dan Contraflow Arus Balik