Kejadian ini sekali lagi mengingatkan betapa pantai selatan punya karakteristik yang tak bisa diremehkan. Ombaknya besar, dan arus baliknya sering muncul tiba-tiba. Bagi yang tidak familiar, situasinya bisa berubah kritis dalam hitungan detik.
Surisdiyanto tak bosan mengingatkan. Kunci utamanya adalah kewaspadaan dan kepatuhan.
"Kami imbau para wisatawan untuk selalu lebih hati-hati," tegasnya.
"Perhatikan arahan dari petugas di lapangan. Jangan anggap sepele larangan atau tanda peringatan yang dipasang. Itu semua demi keselamatan bersama."
Kedua remaja, yang diketahui berasal dari Cibarusah, Bekasi, kini masih dalam pemulihan. Pengalaman menegangkan ini semoga jadi pelajaran bagi banyak orang: keindahan pantai bisa berubah jadi ancaman jika kita lengah.
Artikel Terkait
Gary Pallister: Carrick Layak Dipermanenkan Jika Bawa MU ke Liga Champions
Polisi Intensifkan Patroli di Permukiman Sepi Cengkareng Cegah Pencurian Saat Mudik
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 285 Ribu Kendaraan Diproyeksi Masuk Jabodetabek
Arus Mudik Lebaran 2026 Melonjak 130% di Gerbang Tol Cikampek Utama