Peringatan keras datang dari Beijing. China menyebut serangan lanjutan di Timur Tengah berpotensi membawa situasi ke titik yang benar-benar tak terkendali. Wilayah itu sudah cukup panas, dan eskalasi lebih jauh dinilai sangat berbahaya.
Peringatan ini muncul tak lama setelah ancaman Presiden AS Donald Trump kepada Iran. Trump memberi Teheran batas waktu 48 jam, mulai Sabtu (21/3), untuk menghentikan blokade parsial di Selat Hormuz. Jika tidak, AS mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik mereka.
Nah, Selat Hormuz ini bukan jalur sembarangan. Jalur air sempit itu adalah urat nadi minyak dunia, dilalui sekitar seperlima pasokan global. Gangguan di sana langsung berimbas ke keamanan energi internasional.
Artikel Terkait
Lonjakan 55% Penumpang di Terminal Malalayang Saat Mudik Lebaran 2026
Taman Bendera Pusaka Jadi Primadona Baru Libur Lebaran, Dipadati Pengunjung
Ketua Parlemen Iran Peringatkan Serangan AS Bisa Hancurkan Infrastruktur Energi Timur Tengah
Polisi Ungkap Motif Cemburu dan Kepanikan Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori