Mobil Travel Muat 13 Penumpang Plus Motor di Atap, Dicegat Polisi di Luwu

- Senin, 23 Maret 2026 | 13:15 WIB
Mobil Travel Muat 13 Penumpang Plus Motor di Atap, Dicegat Polisi di Luwu

Sebuah mobil travel yang melintas di Kabupaten Luwu menarik perhatian. Bukan tanpa sebab, di atas atapnya teronggok sebuah sepeda motor. Mobil itu sendiri, yang berangkat dari Morowali, Sulawesi Tengah, dengan tujuan Makassar, ternyata mengangkut penumpang jauh melebihi kapasitas.

Menurut sejumlah saksi, kejadian ini terjadi tiga hari sebelum Lebaran. Polisi lalu lintas Polres Luwu menghentikan kendaraan tersebut saat sedang melakukan pemeriksaan rutin dan tes kesehatan gratis di Kecamatan Belopa. Yang ditemukan sungguh di luar dugaan.

Kasat Lantas Polres Luwu, AKP Sarifuddin, mengungkapkan kekagumannya atau lebih tepatnya, rasa herannya melihat kondisi mobil itu.

"Semua mobil penumpang kami hentikan. Ternyata, di dalam ada 13 orang termasuk sopirnya," ujarnya.

Rupanya, sang sopir berinisiatif menambahkan empat kursi tambahan di bagian belakang untuk menampung lebih banyak penumpang. Alasan klasik pun muncul: katanya, sudah tak ada kendaraan lain di Morowali saat itu.

"Mereka negosiasi dengan sopir. Akhirnya, ongkos turun dari Rp 600 ribu jadi Rp 400 ribu per orang setelah ada kursi tambahan itu," jelas Sarifuddin.

Di sisi lain, selain muatan manusia yang berlebihan, ada satu lagi masalah: motor yang ditaruh di atas atap. Kombinasi ini jelas sangat berisiko. Bayangkan saja, perjalanan dari Luwu ke Makassar bukanlah jarak yang dekat. Satu insiden kecil bisa berakibat fatal.

Polisi pun tak tinggal diam. Mereka segera membongkar kursi tambahan yang dipasang secara ilegal itu. Soal penumpang yang terlantar, polisi berusaha membantu.

"Kami tanyakan, kami bantu carikan kendaraan yang layak. Daripada memaksakan naik dalam kondisi berbahaya seperti itu," tegas Sarifuddin.

Kejadian ini, meski sudah ditangani, menyisakan cerita tentang desperasi dan pelanggaran keselamatan di jalan raya. Terutama saat musim mudik, ketika tuntutan untuk pulang seringkali mengabaikan aspek keamanan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar